Kasmudjo Hadapi Gugatan Ijazah Jokowi, Tak Siap Hadir di Persidangan karena Masalah Lutut
BERITA TERBARU INDONESIA, YOGYAKARTA — Mantan dosen Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Universitas Gadjah Mada (UGM), Kasmudjo, turut terlibat dalam gugatan yang diajukan oleh seorang advokat dan pengamat sosial, Ir Komarudin. Gugatan ini terkait dugaan ijazah palsu Jokowi. Kasmudjo disebut dalam laporan bersama dengan rektor UGM, empat wakil rektor, dekan Fakultas Kehutanan, dan kepala perpustakaan Fakultas Kehutanan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman pada 5 Mei 2025, dengan nomor perkara 106/Pdt.G/2025/PN Smn.
Advokat tersebut menggugat karena merasa pihak terkait tidak memberikan klarifikasi terbuka terkait ijazah Jokowi. Komarudin berharap polemik ini dapat diselesaikan dengan jelas dari keterangan semua pihak yang terlibat, termasuk Kasmudjo, untuk menjelaskan status akademik Jokowi secara gamblang.
Kasmudjo menegaskan bahwa dirinya bukanlah pembimbing skripsi Jokowi, sehingga tidak terlibat langsung dalam proses akademik akhir Jokowi. Ia menyatakan tidak bisa memberikan informasi tentang ijazah tersebut karena tidak berperan dalam proses skripsi hingga kelulusan Jokowi.
“Mengenai ijazah, saya tidak bisa menceritakan. Karena saya tidak membimbing, tidak mengetahui prosesnya,” ujar Kasmudjo, yang pernah menjadi dosen Jokowi di UGM, pada Jumat (16/5/2025).
Terhadap gugatan ini, Kasmudjo mengaku tidak siap karena belum pernah mengalami situasi semacam ini sebelumnya. Ia juga tidak dapat menghadiri sidang perkara karena mengalami cedera lutut kronis dan bronkitis.
“Ndak siap, saya menghadapi macam-macam itu saya belum pernah,” ucapnya.
Untuk urusan ini, Kasmudjo telah berkomunikasi dengan Dekanat Fakultas Kehutanan UGM dan akan mengikuti arahan dari fakultas terkait kasus tersebut. Ia menyerahkan semua urusan kepada pihak UGM karena fakultas memiliki data dan dokumen yang lebih lengkap.
“Saya sudah kontak dengan Dekan Fakultas Kehutanan, Pak Sigit. Segala sesuatu yang terkait, apakah itu urusan ijazah, perdata, atau sebagai wakil untuk memberi penjelasan, semua dari fakultas sudah bilang,” jelasnya.
