Disparbud Dorong Seluruh Kepala Daerah di Jabar untuk Memerangi Premanisme di Lokasi Wisata
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh kabupaten/kota telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan kepolisian untuk menanggulangi aksi premanisme. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan, berharap dengan adanya perjanjian ini, bupati dan wali kota di Jawa Barat dapat memusatkan pemberantasan premanisme terutama di destinasi wisata.
“Kami akan meminta agar fokus salah satunya di lokasi wisata,” ujar Iendra pada Selasa (27/5/2025).
Iendra menekankan bahwa masalah premanisme ini dapat mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Oleh karena itu, diharapkan agar kepala daerah serta polres dapat segera mengimplementasikan Nota Kesepahaman ini, baik untuk pariwisata maupun investasi.
“Gubernur telah melakukan Nota Kesepahaman. Baru-baru ini bupati dan wali kota bersama polres masing-masing di Gedung Pakuan. Saya harap bupati dan wali kota meneruskan program ini, merancang implementasinya dengan Polres untuk berbagai aspek, terutama wisata,” jelasnya.
Iendra menyatakan bahwa implementasi dari para bupati dan wali kota terkait Nota Kesepahaman ini belum sepenuhnya maksimal. Menurutnya, ia sering melihat praktik premanisme melalui parkir liar. “Terus terang, sampai saat ini saya melihat belum ada tindak lanjut yang efektif dan maraknya premanisme ini masih terlihat, paling tidak dalam hal parkir,” katanya.
Ke depannya, lanjut Iendra, pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum memonitor bersama Disparbud kabupaten/kota mengenai penerapan Nota Kesepahaman itu, khususnya di tujuan wisata. “Kami akan melakukan evaluasi sebelum memonitor bersama Disparbud. Apakah ada tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara bupati dan wali kota dengan Polres masing-masing,” ujarnya.
