Dubes Iran Sebut Koordinator Serangan Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengecam keras serangan Israel, yang menurutnya merupakan hasil dari tidak adanya tindakan terhadap standar ganda yang diterapkan oleh banyak negara terhadap Israel.
Dia menggambarkan kawasan Timur Tengah sebagai ‘kawah ketidakstabilan kronis’ sejak berdirinya Israel pada 1948.
- BNI Salurkan Rp 4,6 Triliun KUR ke 20 Ribu UMKM
- Kemenag dan BWI Rumuskan Kerangka Regulasi Nasional Wakaf
- Pemprov DKI Ingin Terapkan Sistem Jalan Berbayar, Pengamat: Angin Segar Atasi Kemacetan Jakarta
“Rezim ini (Israel) harus dilucuti dari semua senjata pemusnah massal, diawasi secara internasional, dan sepenuhnya dimintai pertanggungjawaban,” ungkap Iravani dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB terkait agresi ilegal Israel terhadap Iran, Jumat (13/6/2025).
Iravani menekankan bahwa konflik terbaru dengan Israel bukanlah masalah yang bersifat regional semata dan bukan sekadar serangan terhadap satu negara.
“Ini adalah serangan langsung terhadap tatanan internasional, serangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, sistem PBB, rezim nonproliferasi nuklir global, serta otoritas IAEA,” tegasnya.
Dia juga menuduh Amerika Serikat terlibat dalam mendukung serangan terbaru Israel terhadap Iran.
“Agresi ini direncanakan, terkoordinasi, dan sepenuhnya didukung oleh anggota tetap Dewan ini: Amerika Serikat. Keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan teroris ini tidak diragukan lagi,” jelas Iravani.
“Tanggapan Iran akan tegas, sah, dan sangat penting untuk memulihkan pencegahan, mempertahankan kedaulatan kami, dan menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional,” tambahnya.
Dia kemudian meminta Dewan Keamanan PBB untuk dengan tegas mengutuk agresi Israel yang melanggar hukum.
“Israel menyerang Iran. Israel melanggar hukum internasional dan Piagam PBB, dan Israel harus bertanggung jawab,” ujarnya.
