Film Jumbo Sukses Besar, Industri Kreatif Tuntut Janji Pemkot Cimahi
BERITA TERBARU INDONESIA, CIMAHI — Popularitas film lokal berjudul Jumbo dianggap sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali industri animasi di Kota Cimahi, Jawa Barat yang telah lama stagnan. Para pelaku industri kreatif mendesak Pemkot Cimahi agar Baros International Animation Festival (BIAF) kembali diadakan.
Film animasi Jumbo yang disutradarai oleh Ryan Andriandy meraih kesuksesan besar dengan mencapai 8.294.207 penonton pada hari ke-33 penayangannya di bioskop, menjadikannya salah satu dari tiga film terlaris di Indonesia. Beberapa animator asal Kota Cimahi terlibat dalam pembuatan film animasi ini.
Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Cimahi, Robby UL Pratama, menyatakan, “BIAF sebagai event animator pertama di Indonesia sempat mengundang animator dari Jepang dan Disney. Namun, di pemerintahan sebelumnya, dukungan sempat terhenti.”
BIAF adalah ajang pertemuan animator dari berbagai penjuru, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari luar negeri. Robby mengungkapkan bahwa beberapa kali telah dilakukan pembicaraan dengan pemerintah daerah mengenai perkembangan industri animasi di Cimahi. Mereka berjanji untuk menggelar BIAF lagi tahun ini.
“Kami baru-baru ini bertemu dan ada rencana untuk mengadakan kembali BIAF. Momentum ini pas setelah keterlibatan animator Cimahi dalam film Jumbo,” ujar Robby.
Robby menyebutkan bahwa salah satu kelemahan Pemkot Cimahi dalam memajukan industri kreatif, khususnya animasi, adalah tidak adanya kebijakan dan alat yang jelas. Padahal, potensi industri kreatif lokal di Cimahi sangat besar.
“Mereka tidak memiliki alat untuk mendata jumlah animator di Cimahi, serta kebijakan untuk industri animasi, meskipun potensi animator Cimahi sangat besar. Seharusnya mereka bisa melihat semua itu agar industri ini dapat terus berkembang,” tambah Robby.
Film animasi Jumbo juga membuktikan bahwa animator lokal dapat bersaing dengan animator internasional. Robby berbangga hati karena beberapa film animasi juga dikerjakan oleh perusahaannya.
“Tidak banyak yang tahu bahwa film luar seperti Coco Melon pernah dikerjakan di Ayena Studio, dan ada serial di Nickelodeon yang juga dikerjakan di Cimahi. Jadi berbicara tentang potensi, animator Cimahi sangat menjanjikan,” jelasnya.
Robby juga berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem animasi di Kota Cimahi dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa sejak awal.
“Ayena selama ini bekerja sama dengan sekolah, merekrut tenaga animator dari SMKN 2 Cimahi yang memiliki jurusan animasi. Dulu, film Super Neli kami kerja sama dengan Unikom. Termasuk film Jumbo ini, kami juga berkolaborasi dengan Unikom. Kami melibatkan mahasiswa dan siswa yang berminat belajar animasi. Setelah magang, mereka bisa bekerja di tempat lain,” kata Robby.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, merencanakan pertemuan dengan para animator yang berpartisipasi dalam pembuatan film Jumbo. Pertemuan ini juga akan membahas masa depan pengembangan animasi di Kota Cimahi.
“Sudah dijadwalkan untuk bertemu, nanti kita akan membahasnya. Sebelumnya mereka bertanya-tanya tentang kelanjutan pengembangannya, dan meminta agar event animasi diadakan lagi, jadi kita akan menggelar acara itu dengan konsep dari animator, bukan hanya dari pemerintah daerah,” ujar Adhitia.
