Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Lemak Perut Bertambah Seiring Usia? Ahli Jelaskan Penyebabnya
  • Berita

Lemak Perut Bertambah Seiring Usia? Ahli Jelaskan Penyebabnya

Agus Haryanto Mei 4, 2025
lemak-perut-numpuk-seiring-bertambahnya-usia-ahli-ungkap-pemicunya

Lemak Perut Bertambah Seiring Usia? Ahli Jelaskan Penyebabnya

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Para ilmuwan telah menemukan ‘pemicu’ penumpukan lemak perut pada tubuh yang menua. Penemuan ini berpotensi membuka jalan untuk terapi baru dalam menangani penambahan berat badan terkait usia dan penyakit metabolik.

Peneliti dari pusat penelitian kanker dan diabetes terkemuka di Amerika Serikat, City of Hope, menemukan jenis sel punca baru yang disebut CP-As. Sel-sel ini muncul di usia paruh baya dan meningkatkan produksi lemak perut dengan berubah menjadi sel-sel lemak. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang mengalami peningkatan lemak di area perut seiring bertambahnya usia.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini mengungkap bahwa jalur pensinyalan LIFR (leukemia inhibitory factor receptor) mengaktifkan sel-sel CP-As, menawarkan target potensial untuk terapi yang dapat mengurangi lemak perut dan meningkatkan kesehatan seiring bertambahnya usia. Lingkar pinggang yang cenderung melebar di usia paruh baya kini menjadi lebih dari sekadar masalah penampilan.

Lemak perut dikaitkan dengan penuaan yang cepat dan metabolisme yang melambat, yang meningkatkan risiko diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kondisi kronis lainnya. Meski demikian, mekanisme pasti bagaimana usia mengubah perut rata menjadi lebih berisi belum sepenuhnya dipahami.

Penelitian praklinis terbaru dari City of Hope telah mengidentifikasi mekanisme seluler utama yang bertanggung jawab atas akumulasi lemak perut terkait usia. Penelitian ini memberikan pandangan baru mengenai mengapa lemak cenderung terkonsentrasi di bagian tengah tubuh saat usia bertambah, dan mengungkap target terapi menjanjikan yang bisa membantu mencegah lemak perut serta mendukung penuaan yang lebih sehat.

“Orang sering kehilangan massa otot dan menambah lemak tubuh seiring bertambahnya usia, bahkan jika berat badan mereka tetap sama. Kami menemukan bahwa penuaan memicu kedatangan jenis sel punca dewasa baru dan meningkatkan produksi sel-sel lemak baru di tubuh, terutama di sekitar perut,” kata salah satu penulis studi ini dan seorang profesor madya endokrinologi molekuler dan seluler di Institut Penelitian Diabetes & Metabolisme Arthur Riggs di City of Hope, Qiong (Annabel) Wang Ph.D.

Dalam kolaborasi dengan laboratorium UCLA yang dipimpin oleh Xia Yang, Ph.D., yang juga merupakan penulis koresponden, para ilmuwan melakukan eksperimen pada tikus yang kemudian divalidasi pada sel-sel manusia. Wang dan timnya berfokus pada jaringan adiposa putih (WAT), jaringan lemak yang bertanggung jawab atas penambahan berat badan terkait usia.

Meski sudah diketahui bahwa sel-sel lemak membesar seiring bertambahnya usia, para ilmuwan menduga bahwa WAT juga meluas dengan memproduksi sel-sel lemak baru, yang berarti memiliki potensi pertumbuhan tak terbatas. Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti fokus pada sel progenitor adiposit (APCs), sekelompok sel punca di WAT yang berkembang menjadi sel-sel lemak.

Tim dari City of Hope mentransplantasikan APCs dari tikus muda dan tua ke kelompok tikus muda lainnya. APCs dari hewan yang lebih tua dengan cepat menghasilkan banyak sel lemak. Namun, saat APCs dari tikus muda ditransplantasikan ke tikus yang lebih tua, sel-sel punca tersebut tidak menghasilkan banyak sel lemak baru. Hasil ini menunjukkan bahwa APCs yang lebih tua mampu secara mandiri membuat sel lemak baru, terlepas dari usia inangnya.

Menggunakan pengurutan RNA sel tunggal, ilmuwan membandingkan aktivitas gen APCs pada tikus muda dan tua. Pada tikus muda, APCs hampir tidak aktif, namun menjadi sangat aktif pada tikus paruh baya dan mulai memproduksi sel lemak baru.

“Sementara sebagian besar kapasitas sel punca dewasa untuk tumbuh menurun seiring bertambahnya usia, hal sebaliknya terjadi pada APCs—penuaan membuka potensi sel-sel ini untuk berkembang dan menyebar,” kata Adolfo Garcia-Ocana, Ph.D., ketua Departemen Endokrinologi Molekuler & Seluler di City of Hope.

Penuaan juga mengubah APCs menjadi sel punca baru yang disebut committed preadipocytes, age-specific (CP-As), atau preadiposit terikat spesifik usia. Muncul di usia paruh baya, CP-As memproduksi sel lemak baru secara aktif, menjelaskan mengapa tikus yang lebih tua menambah berat badan lebih banyak.

Sebuah jalur pensinyalan bernama leukemia inhibitory factor receptor (LIFR) penting untuk mendorong sel-sel CP-As ini berkembang menjadi sel lemak. “Kami menemukan bahwa proses pembentukan lemak tubuh didorong oleh LIFR. Sementara tikus muda tidak memerlukan sinyal ini untuk membuat lemak, tikus yang lebih tua membutuhkannya. Penelitian kami menunjukkan bahwa LIFR memainkan peran penting dalam memicu CP-As untuk membuat sel-sel lemak baru dan memperluas lemak perut pada tikus yang lebih tua,” jelas Wang.

Menggunakan pengurutan RNA sel tunggal pada sampel manusia dari berbagai usia, Wang dan timnya mempelajari APCs dari jaringan manusia di laboratorium. Tim tersebut juga mengidentifikasi CP-As serupa yang jumlahnya meningkat pada jaringan orang paruh baya. Temuan mereka menunjukkan bahwa CP-As pada manusia memiliki kapasitas tinggi untuk menciptakan sel-sel lemak baru.

“Temuan kami menunjukkan pentingnya mengendalikan pembentukan sel lemak baru untuk menangani obesitas terkait usia. Memahami peran CP-As dalam gangguan metabolisme dan bagaimana sel-sel ini muncul selama penuaan dapat mengarah pada solusi medis baru untuk mengurangi lemak perut dan meningkatkan kesehatan serta umur panjang,” ujar Wang. Penelitian di masa depan akan berfokus pada pelacakan sel-sel CP-As dalam model hewan, mengamati sel-sel CP-As pada manusia, serta mengembangkan strategi baru untuk menghilangkan atau memblokir sel-sel tersebut untuk mencegah penambahan lemak terkait usia.

Continue Reading

Previous: Film Jumbo Sukses Besar, Industri Kreatif Tuntut Janji Pemkot Cimahi
Next: Terminal Khusus Haji dan Umroh di Bandara Soetta Diresmikan Presiden Prabowo

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.