Tidak Lulus UTBK-SNBT Bukan Akhir, UNM Siap Menjadi Tempat Baru untuk Masa Depan Cerah
BERITA TERBARU INDONESIA, DEPOK — Pengumuman hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025 membawa ketegangan bagi banyak siswa di Indonesia. Namun, bagi mereka yang belum lolos, kegagalan ini bukanlah akhir segalanya. Sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk menjelajahi peluang lain menuju masa depan yang cerah.
Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir sebagai Kampus Digital Bisnis, menawarkan kesempatan baru bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
UNM menyediakan program studi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini seperti Informatika, Sistem Informasi, Bisnis Digital, dan Sains Data.
Tak hanya unggul secara akademis, UNM juga menyediakan jalur beasiswa yang dapat dimanfaatkan calon mahasiswa, yaitu Beasiswa Hebat. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa yang telah mengikuti UTBK Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tetapi belum berkesempatan bergabung di perguruan tinggi negeri (PTN).
Dengan hanya menyertakan skor SNBT, peserta bisa mendapatkan beasiswa dengan potongan hingga 100 persen untuk biaya kuliah per semester dan biaya Sumbangan Sarana Pendidikan (SSP).
Pendaftaran Beasiswa Hebat dibuka dari 28 Mei hingga 30 Juni 2025, dengan syarat hanya mengunggah hasil nilai UTBK-SNBT.
Andry Maulana, Kepala Kampus UNM Margonda, menyatakan bahwa kegagalan UTBK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan.
“Tidak lulus UTBK bukan berarti masa depan gagal. Ini adalah saat untuk lebih mengenal diri dan menemukan kampus yang bisa menjadi tempat baru untuk berkembang,” ujarnya dalam pernyataan tertulis Senin (2/6/2025).
Ia menekankan bahwa UNM menawarkan fasilitas pembelajaran modern, dosen berpengalaman, serta program pendampingan seperti pengalaman magang, bimbingan karier, dan kelas karyawan yang fleksibel.
Kampus ini sepenuhnya mendukung mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja atau fokus penuh pada studi.
“Dengan pendekatan pendidikan berbasis karakter dan kompetensi digital, UNM berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja global,” tegasnya.
Karena kesuksesan tak selalu ditempuh dari jalan yang sama — melainkan dari seberapa besar tekad kita untuk terus melangkah. Jadi Sarjana? Nusa Mandiri Tempatnya!
