Gaza Utara Hancur Lebur Akibat Serangan Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, JALUR GAZA – Serangan udara yang hebat serta penghancuran skala besar kembali mengguncang Tal Al Zataar di Gaza Utara. Bangunan di belakang ruang jenazah dan Wisma Joserizal Jurnalis, yang berada di area RS Indonesia, telah hancur total.
Relawan lokal MER-C melaporkan kerusakan parah di bangunan-bangunan sekitar. Bahkan, Masjid Zawiyah, yang sebelumnya menjadi tempat penyaluran bantuan speaker masjid saat Ramadan, kini telah rata dengan tanah.
- Mengapa Dunia Arab Masih Diam Saat Eropa Mendesak Israel Atas Aksinya di Gaza?
- Seruan Kontroversial Kongres AS: Bombardir Gaza dengan Bom Nuklir, Pejuang Tetap Bertahan
- Fatwa Haram Rokok dari Lembaga Fatwa Mesir dan Konsekuensi di Akhirat
“Serangan ini semakin memperpanjang daftar infrastruktur sipil dan fasilitas kemanusiaan yang menjadi sasaran Israel,” kata pernyataan resmi MER-C pada Sabtu (24/5/2025).
RS Indonesia telah beberapa kali diserang dan dikepung sejak 18 Mei 2025. Warga setempat terpaksa mengungsi ke daerah yang lebih aman, tetapi staf RS Indonesia bersama relawan MER-C tetap bertahan untuk membantu pasien yang membutuhkan.
Sebelumnya, tentara Israel menyerang RS Indonesia di Beit Lahia pada Minggu (18/5/2025) malam, beberapa jam setelah mengumumkan dimulainya operasi darat besar di utara dan selatan Jalur Gaza, yang disebut “Kereta Gideon”.
Serangan tersebut telah menyebabkan 500 orang tewas dalam tiga hari.
Koresponden Aljazeera melaporkan kendaraan Israel bergerak menuju RS Indonesia dan ditempatkan di dekat gerbang utara, menembaki rumah sakit secara langsung.
Dia menambahkan bahwa buldoser Israel mulai menghancurkan tembok utara rumah sakit.
Koresponden Aljazeera juga melaporkan bahwa komunikasi dengan staf medis dan korban luka di dalam rumah sakit terputus.
Serangan terhadap RS Indonesia terjadi di tengah intensifikasi serangan udara dan darat yang belum pernah terjadi di Gaza, meskipun negosiasi untuk gencatan senjata dan pertukaran tahanan sedang berlangsung di Doha.
Ini terjadi setelah pejabat Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa semua rumah sakit umum di Gaza utara tidak beroperasi.
Sementara itu, di lokasi lain, Komite Penyelamatan Darurat Medis (MER-C) menyatakan bahwa RS Indonesia dan Wisma Joserizal di Beit Lahia, Gaza Utara, kembali terdampak serangan udara tak henti dari Israel.
Ketua Presidium MER-C, Dokter Hadiki Habib, menyatakan kondisi RS Indonesia mengkhawatirkan, dengan kaca jendela dan plafon yang berjatuhan, mengganggu layanan medis penting seperti ruang ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, hingga poliklinik dan koridor rumah sakit.
