Faktor-faktor yang Membuat Sholat Jumat Tidak Bernilai
BERITA TERBARU INDONESIA, BOGOR– Ketika khatib sudah berada di mimbar Jumat untuk menyampaikan khutbah, jamaah diharuskan untuk diam dan memperhatikan pesan yang disampaikan. Jika jamaah berbicara saat khatib berkhutbah, maka sholat Jumatnya bisa menjadi tidak bernilai.
Menurut riwayat dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda: ‘Ketika kamu berkata ‘diam’ kepada temanmu pada hari Jumat, sedangkan Imam sedang berkhutbah, maka sholat Jumatmu tidak ada nilainya.’ (Muttafaq ‘Alaih).
Berdoa dalam Hati
Ada waktu yang sangat mustajab untuk berdoa saat sholat Jumat. Para ulama menjelaskan bahwa waktu itu adalah di antara duduknya khatib di atas mimbar ketika pertama kali naik, hingga salamnya imam jamaah shalat Jumat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Tahriru Alfazhit Tanbih.
Waktu ijabah adalah waktu di antara duduknya khatib di atas mimbar saat pertama kali ia naik, hingga imam menyelesaikan sholat Jumatnya. Hal ini sesuai dengan keterangan dalam Shahih Muslim dari sabda Nabi, riwayat Sahabat Abi Musa Al-Asy’ari. Pendapat lain mengatakan, ada beberapa versi yang banyak dan masyhur selain pendapat yang pertama. Yang paling masyhur adalah setelah Ashar hari Jumat. Pendapat yang benar adalah yang pertama.
