Hamas Pertimbangkan Proposal Gencatan Senjata, Netanyahu Tegaskan Akan Hancurkan Perlawanan
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA— Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyatakan sedang meninjau proposal baru yang diterima dari para mediator untuk gencatan senjata di Jalur Gaza.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pihaknya akan membebaskan semua sandera dan menumpas Hamas.
Hamas mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa para mediator melakukan berbagai upaya untuk menjembatani perbedaan antara kedua belah pihak, mencapai kerangka kesepakatan, dan memulai negosiasi yang serius.
Gerakan ini menambahkan bahwa mereka berkomitmen dengan tanggung jawab tinggi dan sedang melakukan diskusi nasional untuk membahas proposal mediator demi mencapai kesepakatan yang memastikan agresi berakhir, penarikan dilakukan, dan bantuan mendesak di Jalur Gaza dapat diberikan.
Di Washington, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan pentingnya mencapai gencatan senjata di Gaza dan kemudian mempelajari langkah-langkah berikutnya.
“Sudah jelas bahwa Gaza adalah tempat yang tidak layak huni dan harus dibangun kembali dengan bantuan mitra-mitra Arab,” kata Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam pernyataannya.
Pada Selasa (2/7/2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan dalam sebuah posting di media sosial Truth Social bahwa Israel telah menyetujui persyaratan yang diperlukan untuk mencapai gencatan senjata selama 60 hari di Gaza.
Ini menunjukkan bahwa mediator dari Qatar dan Mesir akan mengajukan proposal akhir. “Saya berharap Hamas akan menerima kesepakatan ini karena jika tidak, situasinya akan semakin memburuk,” katanya.
Ancaman Netanyahu
Perdana Menteri Israel berjanji untuk membebaskan semua tahanan di Jalur Gaza dan menghancurkan Hamas, dengan menyatakan bahwa kedua tujuan ini sejalan dan tidak ada konflik di antara keduanya.
