Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • UNFPA Jelaskan Mengapa Banyak Warga Indonesia Memilih Tidak Memiliki Anak
  • Berita

UNFPA Jelaskan Mengapa Banyak Warga Indonesia Memilih Tidak Memiliki Anak

Maya Lestari Juli 4, 2025
unfpa-ungkap-alasan-orang-indonesia-lebih-memilih-childfree

UNFPA Jelaskan Mengapa Banyak Warga Indonesia Memilih Tidak Memiliki Anak

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Organisasi Dana Kependudukan PBB (UNFPA) menyatakan bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak atau childfree bukanlah masalah utama yang dihadapi masyarakat Indonesia. Masalah yang lebih signifikan adalah keterbatasan ekonomi dan perumahan yang layak untuk mendukung keputusan memiliki banyak anak.

Menurut laporan UNFPA, alasan utama masyarakat Indonesia memilih untuk memiliki anak lebih sedikit adalah keterbatasan finansial, yang mencapai 39 persen, diikuti keterbatasan perumahan (22 persen), dan posisi pekerjaan yang tidak stabil atau pengangguran (20 persen).

“Sebetulnya, lebih dari 77 persen pria dan wanita di Indonesia ingin memiliki banyak anak, tetapi kita tengah menghadapi krisis fertilitas karena kurangnya pilihan. Masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan finansial,” ujar Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, pada hari Kamis (3/7/2025).

UNFPA juga menemukan bahwa penurunan angka kelahiran terkait dengan biaya hidup, kekhawatiran tentang masa depan, dan ketidaksetaraan gender, yang membuat banyak orang ingin memiliki anak tetapi tidak dapat mencapai keluarga ideal yang mereka impikan. Oleh karena itu, Hasan menyarankan agar pemerintah meningkatkan pemenuhan hak-hak warga negara terkait perumahan yang layak, lapangan kerja yang memadai, layanan fertilitas terjangkau, dan lingkungan yang mendukung.

“Untuk menanggapi situasi ini, kita harus memenuhi kebutuhan individu dalam mengambil keputusan fertilitas mereka. Ini termasuk cuti melahirkan, layanan fertilitas yang terjangkau, dan lingkungan yang mendukung,” jelasnya.

Menurutnya, krisis fertilitas bukanlah tentang orang yang tidak ingin memiliki anak, melainkan banyak yang ingin tetapi tidak mampu. Data dari penelitian baru oleh UNFPA/YouGov di 14 negara, yang merupakan tempat tinggal lebih dari sepertiga populasi dunia termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang secara global memperkirakan mereka tidak akan memiliki jumlah anak yang diinginkan.

Ia juga menekankan bahwa negara harus memberi lebih banyak pilihan kepada perempuan untuk menentukan berapa banyak anak yang mereka inginkan selama masa reproduksinya, namun hal ini dipengaruhi oleh konstruksi ekonomi dan sosial di lingkungan mereka.

“Jumlah anak yang diinginkan perempuan dipengaruhi oleh konstruksi ekonomi dan sosial. Krisis fertilitas terjadi karena salah satu faktor utamanya adalah biaya membesarkan anak yang tinggi, ketidakstabilan pekerjaan, perumahan, kekhawatiran tentang situasi dunia, dan tidak adanya pasangan yang tepat,” tuturnya.

UNFPA juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar dapat membuat keputusan reproduksi dengan bebas. Termasuk dengan berinvestasi pada perumahan yang terjangkau, pekerjaan yang layak, cuti melahirkan, dan berbagai layanan kesehatan reproduksi serta informasi yang dapat diandalkan.

Continue Reading

Previous: Hamas Pertimbangkan Proposal Gencatan Senjata, Netanyahu Tegaskan Akan Hancurkan Perlawanan
Next: Indonesia Intensifkan Upaya Lobi untuk Penurunan Tarif Dagang AS

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.