Hipertensi: Pembunuh Dalam Diam, Sering Kali Tanpa Gejala
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Hipertensi atau tekanan darah tinggi dianggap tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Dokter spesialis penyakit dalam, dr Christy Efiyanti, mengingatkan bahwa tekanan darah tinggi dapat merusak organ vital dan bahkan menyebabkan kematian dini.
“Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak pasien tidak menyadari kondisi mereka,” kata dosen di fakultas kedokteran IPB tersebut dalam pernyataan tertulis, yang dikutip pada Jumat (4/7/2025).
- Anak Muda Juga Bisa Kena Hipertensi, Bagaimana Cara Mencegahnya?
- Hipertensi Intai Anak Muda, Ini Cara Mencegahnya Menurut Dokter
- Suara ‘Dibungkam’, Visa Dicabut: Kisah Bob Vylan dan Semangat Palestina di Glastonbury
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 1,28 miliar orang di dunia menderita hipertensi, dan mayoritas dari mereka tidak menyadari kondisinya. Dokter Christy menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan terdalam pembuluh darah.
Kondisi ini dapat memicu pembentukan plak atau atherosclerosis yang dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit arteri koroner. “Jika plak pecah, hal ini dapat mengakibatkan serangan jantung mendadak yang berisiko tinggi menyebabkan kematian,” jelas dr Christy.
Selain itu, tekanan darah tinggi yang berkepanjangan dapat menyebabkan pembesaran otot jantung kiri. Ini berpotensi menyebabkan gagal jantung atau gangguan irama jantung yang serius.
Dr Christy juga menjelaskan bahwa hipertensi dapat mengakibatkan gangguan otot jantung melalui pembesaran otot dan penyempitan pembuluh darah koroner. Jika serangan jantung terjadi di area tertentu, hal ini dapat menyebabkan masalah pada katup jantung yang diperdarahi oleh pembuluh darah tersebut.
Untuk pencegahan, dr Christy menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. “Medical check up berkala sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita hipertensi atau penyakit jantung. Langkah ini diperlukan agar kita bisa mendeteksi dini sebelum timbul komplikasi,” ujarnya. Selain itu, dr Christy menyarankan untuk rutin berolahraga, menghindari makanan tinggi kalori dan lemak, serta tidak merokok sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk menekan risiko hipertensi.
