Nabi Adam Melakukan Puasa di Bulan Muharram Sebagai Tanda Syukur
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Praktik puasa adalah salah satu ibadah yang memiliki sejarah panjang. Diceritakan bahwa Nabi Adam Alaihissalam telah menjalani puasa sejak pertama kali diturunkan ke bumi oleh Allah SWT.
Menurut tafsir Ibnu Katsir, Nabi Adam Alaihissalam berpuasa selama tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Sumber lain menyebutkan bahwa Nabi Adam melaksanakan puasa setiap tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur karena Allah mempertemukannya dengan Hawa di Arafah.
- Hipertensi Si Silent Killer! Awas, Sering tak Beri Gejala
- Sebelum ke KPK, Menteri Maman Lapor Prabowo? Begini Penjelasannya
- Pemprov Jabar Tutup 118 Lokasi Tambang Ilegal, Ini Tujuannya
Satu pendapat menyatakan bahwa Nabi Adam berpuasa sehari semalam ketika diturunkan dari surga oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala,” ungkap Ustaz Firman Arifandi dalam buku Nastar: Nanya-Nanya Seputar Ramadhan terbitan Rumah Fiqih Publishing, 2019.
Buku tersebut menguraikan bahwa umat Islam kini mengenal puasa Nabi Daud. Puasa ini disunnahkan dengan cara berpuasa sehari, tidak berpuasa esoknya, kemudian berpuasa lagi, dan seterusnya.
Sejak dahulu, Nabi Daud memang disyariatkan untuk berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari, berulang seperti itu. Bahkan, puasa ini dikenal sebagai puasa sunnah yang sangat disukai Allah sebagaimana terdapat dalam hadis.
Dari Abdullah bin Amru radhiallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sholat sunnah yang paling disukai Allah adalah seperti sholat Nabi Daud dan puasa sunnah yang paling dicintai Allah adalah puasa seperti Nabi Daud Alaihissalam, dimana beliau tidur separuh malam, kemudian sholat pada sepertiganya, dan tidur sepertiga sisanya, serta berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR Bukhari)
Di sisi lain, puasa versi Maryam, ibu dari Nabi Isa Alaihissalam, merupakan puasa yang paling unik. Jenis puasa yang dilakukan Maryam, meskipun hanya dilakukan satu kali dalam hidupnya, yaitu berpuasa dengan tidak berbicara kepada manusia, sebagaimana tercantum dalam Alquran.
Maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.” (Surat Maryam Ayat 26)
