IFD 2025 Menyoroti Pentingnya Sukuk dalam Pembiayaan Kesehatan Global
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Sukuk bukan hanya sekadar instrumen investasi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Profesor INCEIF University Malaysia, Mohamad Akram Laldin, menjelaskan bahwa sukuk telah digunakan untuk mendanai pengembangan dan distribusi vaksin bagi anak-anak di berbagai belahan dunia.
“Sukuk dapat dimanfaatkan untuk mendanai pengembangan vaksin. Ini adalah bagian dari agenda keuangan syariah yang berkelanjutan,” ujar Akram dalam acara Islamic Finance Dialogue (IFD) 2025 yang diadakan oleh BERITA TERBARU INDONESIA di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Menurut Akram, penggunaan sukuk untuk tujuan sosial seperti vaksinasi adalah contoh nyata bahwa keuangan syariah tidak hanya mengejar keuntungan. “Sukuk bukan hanya untuk bisnis, tetapi juga membantu masyarakat. Selama ini, vaksin yang dibuat adalah untuk anak-anak,” ujarnya.
Ia mencontohkan The International Finance Facility for Immunisation Company (IFFIm) yang berhasil menerbitkan sukuk dan mengumpulkan dana sebesar 500 juta dolar AS untuk membiayai vaksinasi anak-anak di negara-negara berkembang.
“Ketika berbicara mengenai keuangan berkelanjutan, sukuk adalah salah satu instrumen penting yang perlu terus dikembangkan karena manfaatnya yang luas, baik dari segi ekonomi maupun sosial,” kata Akram.
Islamic Finance Dialogue (IFD) 2025 adalah bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Forum (ISF) 2025, yang diselenggarakan oleh BERITA TERBARU INDONESIA bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Forum ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.
IFD 2025 dirancang sebagai wadah strategis bagi pemimpin lintas sektor dan pelaku ekonomi syariah untuk berdialog, berkolaborasi, dan merancang inovasi menuju ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
