IHSG Naik, Ini Sektor Pendorongnya
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (15/7/2025), dipicu oleh sentimen positif dari sektor properti, infrastruktur, serta penguatan bursa Asia. IHSG mengalami kenaikan sebesar 43,32 poin atau 0,61 persen ke posisi 7.140,47. Indeks LQ45 juga turut terdongkrak naik 2,16 poin atau 0,28 persen ke level 779,44.
“Saham-saham sektor properti merespons positif terhadap potensi penurunan suku bunga,” demikian disampaikan oleh Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam laporannya dari Jakarta.
IDXPROPERT meningkat 1,33 persen ke level 750,34, terangkat oleh ekspektasi pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan memotong suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu (16/7/2025). Kebijakan tersebut diharapkan menjadi dorongan penting bagi daya beli masyarakat dan sektor properti.
Sektor infrastruktur juga menunjukkan performa positif. IDXINFRA melonjak 5,36 persen ke 1.637,18, diikuti IDXTRANS yang naik 1,84 persen ke 1.473,34. Sebaliknya, tekanan dialami oleh sektor kesehatan dan industri. IDXHEALTH terkoreksi 0,43 persen, sementara IDXINDUST melemah 0,27 persen.
Sentimen Eksternal
Dari sisi eksternal, pelaku pasar memperhatikan pertumbuhan ekonomi China yang melambat menjadi 5,2 persen pada kuartal II 2025, dibandingkan 5,4 persen pada kuartal sebelumnya. Meski mengalami perlambatan, angka ini masih melebihi proyeksi pasar sebesar 5,1 persen. Kenaikan produksi industri China sebesar 6,8 persen (year on year) pada bulan Juni turut mendukung sentimen positif di kawasan Asia.
Selain itu, pasar global menantikan rilis data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat untuk bulan Juni 2025, yang diperkirakan melambat ke 2,5 persen secara tahunan.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 268 saham bergerak naik, 320 saham mengalami penurunan, dan 214 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,38 triliun dengan volume perdagangan 23,53 miliar saham dalam 1,75 juta transaksi.
Mayoritas bursa saham di Asia ditutup dalam zona hijau. Indeks Straits Times di Singapura naik 0,31 persen, Hang Seng di Hong Kong menguat 1,60 persen, dan Nikkei 225 di Jepang meningkat 0,55 persen. Sebaliknya, Shanghai Composite di China terkoreksi 0,42 persen.
Di pasar global, indeks utama Wall Street juga mengalami penguatan. S&P 500 naik 0,14 persen, Dow Jones bertambah 0,20 persen, dan NASDAQ Composite meningkat 0,27 persen. Di Eropa, indeks DAX Jerman naik 0,34 persen, sementara FTSE 100 Inggris sedikit menguat 0,02 persen.
