Indonesia Berusaha Memulangkan Keris Milik Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, dan Imam Bonjol
BERITA TERBARU INDONESIA, SEMARANG — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa pemerintah sedang dalam proses mengembalikan artefak-artefak dari Nusantara. Disebutkan bahwa Indonesia telah menerima 900 artefak yang dipulangkan oleh Pemerintah Belanda.
Kita terus melanjutkan proses pengembalian artefak, dan hingga kini kita telah menerima 900 item dari Belanda. Saat ini, kami sedang berupaya memulangkan sejumlah artefak dari tokoh-tokoh kita, seperti keris milik Pangeran Diponegoro, keris Teuku Umar, keris Imam Bonjol, keris Sultan Madura, dan lainnya, kata Fadli setelah membuka Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara 2025 di Museum Ranggawarsita, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/5/2025).
Dia menambahkan bahwa pemerintah juga tengah berupaya memulangkan berbagai ornamen etnografi, arca, serta fosil manusia purba yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jumlahnya mencapai 18 ribu item fosil yang sedang diupayakan untuk dikembalikan, ujarnya.
Menurut Fadli, hingga saat ini pemerintah tidak mengalami hambatan dalam upaya lanjutan pengembalian artefak-artefak Nusantara. Dia hanya menyebutkan bahwa pengembalian benda-benda bersejarah tersebut memerlukan waktu.
Tetapi kita terus berkomunikasi melalui Zoom, dan mereka akan datang ke sini pada akhir bulan Mei, ujar Fadli.
Pada Maret 2020, Pemerintah Belanda secara simbolis mengembalikan keris milik Pangeran Diponegoro. Keris yang dikenal dengan nama Keris Kiai Nogo Siluman diserahkan dalam kunjungan kenegaraan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima ke Indonesia.
Keris Kiai Nogo Siluman dibawa ke Belanda oleh Kolonel Jan-Baptist Cleerens setelah penangkapan Pangeran Diponegoro. Kolonel Jan-Baptist kemudian mempersembahkan keris tersebut kepada Raja Willem I pada tahun 1831.
Keris tersebut sempat dikabarkan hilang, namun akhirnya ditemukan di Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda.
