Industri Sinema Amerika Dituding Meredup, Donald Trump ‘Menyalahkan’ Negara Lain
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan menerapkan tarif impor sebesar 100 persen terhadap film-film yang diproduksi di luar AS. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menyelamatkan industri film dalam negeri yang dikatakannya sedang mengalami penurunan signifikan.
Melalui postingan di platform Truth Social pada Minggu malam (4/5/2025), Trump mengungkapkan bahwa negara-negara asing memberikan berbagai insentif yang memikat untuk menarik studio dan pembuat film Amerika keluar negeri. Ia menganggap hal ini sebagai ancaman besar bagi keamanan nasional.
- Nggak ‘Kaleng-Kaleng’, Film Indonesia Siap Unjuk Gigi di Festival Film Cannes
- Ukir Sejarah! Shah Rukh Khan Jadi Aktor Bollywood Pertama yang Melenggang di Met Gala
- Foto Lawas Penjara Alcatraz yang Ingin Dibuka Kembali oleh Presiden Trump
“Industri film di Amerika sedang sekarat. Negara-negara lain berusaha mencuri para pembuat film kita. Ini bukan hanya masalah ekonomi, ini adalah masalah propaganda. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Departemen Perdagangan dan Perwakilan Dagang AS untuk segera menerapkan tarif 100 persen pada semua film yang diproduksi di luar negeri,” kata Trump seperti dikutip dari situs BERITA TERBARU INDONESIA, Senin (5/5/2025).
Detail konkret mengenai rencana tarif 100 persen ini belum diumumkan, dan hingga kini belum jelas apakah kebijakan tersebut hanya akan berlaku untuk film asing, atau juga mencakup produksi film Amerika yang sebagian prosesnya dilakukan di luar negeri. Trump sendiri adalah tokoh utama dalam film The Apprentice yang dirilis tahun 2024, di mana sebagian besar pengambilan gambarnya dilakukan di Kanada.
Bulan lalu, Jordan Belfort, sosok nyata di balik film The Wolf Of Wall Street, juga menyatakan dukungannya terhadap rencana tarif Trump. Menurutnya, perekonomian AS sudah terlalu bergantung pada produksi luar negeri.
“Akan ada rasa sakit, tapi cara kita sebelumnya tidak dapat dipertahankan,” ujarnya.
Namun demikian, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk pelaku industri hiburan lainnya. Saham perusahaan-perusahaan musik live dan radio mengalami penurunan tajam, sementara asosiasi video game Entertainment Software Association (ESA) memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa berdampak buruk bagi industri gim. Selain tarif film, Trump juga menandatangani perintah eksekutif untuk menghentikan pendanaan federal bagi media yang dianggap bias, seperti National Public Radio (NPR) dan Public Broadcasting Service (PBS).
Gumanti Awaliyah
