Cara Membesarkan Anak yang Saleh
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Setiap orang tua tentunya berharap memiliki anak yang berakhlak mulia. Anak yang saleh adalah dambaan bagi semua orang tua.
Dalam ajaran Islam, ciri-ciri anak yang saleh adalah mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Anak yang berbakti kepada orang tua dan tidak pernah menyakiti perasaan mereka dengan kata-kata atau perbuatan.
- Masjid Agung Al Akbar Surabaya: Tempat Spiritual dan Wisata Religi
- Kasus Tuduhan Ijazah Palsu: Lima Orang Diadukan ke Polisi oleh Jokowi
- Mbah Tupon Ditawari Tinggal Sementara di Rumah Dinas Bupati untuk Cegah Ancaman
Perilaku orang tua memainkan peran penting dalam membentuk kesalehan anak. Anak-anak belajar dari sifat dan kebiasaan orang tua mereka. Oleh karena itu, penting bagi calon orang tua untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Rezeki Halal
Upaya mendapatkan anak yang saleh bisa dimulai sejak masa kehamilan. Suami sebagai kepala keluarga harus konsisten mencari nafkah dari sumber yang halal. Menurut Ibnu Taimiyyah, harta halal meski sedikit lebih berkah dibanding harta haram yang melimpah. Harta haram cepat hilang dan mendatangkan kehancuran dari Allah.
Harta haram juga menjadi penghalang terkabulnya doa. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, barang siapa yang memakan makanan haram, amalnya tidak diterima selama 40 hari. Daging yang tumbuh dari barang haram dan riba lebih pantas dibakar di neraka” (HR Muslim).
Rajin Beribadah
Orang tua disarankan untuk memperbanyak ibadah, baik yang sunah maupun yang wajib. Calon ayah dan ibu juga dianjurkan demikian. Saat kandungan berusia 120 hari, menurut hadis Nabi SAW, malaikat akan meniupkan ruh ke dalam janin.
Penelitian menunjukkan bahwa suara eksternal mempengaruhi perkembangan janin. Oleh karena itu, baik bagi ibu hamil untuk sering mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran.
Suami membaca Alquran, sementara istri di sampingnya berzikir. Keduanya bisa berdoa agar anak lahir selamat dan menjadi anak yang saleh. Aktivitas ini sebaiknya dilakukan setelah salat berjamaah. Biasakan juga untuk melaksanakan salat tahajud dan memohon kepada Allah SWT di sepertiga malam.
