Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • kriminal
  • Kapolrestro Jaktim Bantah Klaim Keluarga Korban: Tidak Ada Pengeroyokan Mahasiswa UKI
  • kriminal

Kapolrestro Jaktim Bantah Klaim Keluarga Korban: Tidak Ada Pengeroyokan Mahasiswa UKI

Agus Haryanto April 30, 2025
bantah-keluarga-korban-kapolrestro-jaktim-tidak-ada-pengeroyokan-mahasiswa-uki

Kapolrestro Jaktim Bantah Klaim Keluarga Korban: Tidak Ada Pengeroyokan Mahasiswa UKI

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menegaskan bahwa tidak ada kejadian pengeroyokan dalam kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erza Walewangko (22) di lingkungan kampus pada Selasa (4/3/2025). Pernyataan ini menolak klaim keluarga korban yang menyatakan adanya keributan hingga pengeroyokan terhadap Kenzha.

“Tidak ada indikasi pengeroyokan, hanya terdapat keributan. Memang ada keributan, tetapi tidak ada pengeroyokan seperti yang disebutkan,” kata Nicolas dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

“Terkait informasi keributan atau pengeroyokan, kami informasikan bahwa terdapat video yang beredar di media sosial. Setelah dilakukan analisis oleh Puslabfor, diketahui bahwa video tersebut telah dimodifikasi, tidak menunjukkan adanya pengeroyokan,” tambah Nicolas.

Selama RDP, Nicolas menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa 47 saksi. Rinciannya termasuk 26 saksi dari mahasiswa UKI, delapan saksi dari sekuriti kampus UKI, tujuh saksi dari RS UKI, tiga saksi dari rektorat UKI, satu saksi dari keluarga korban, satu saksi pengemudi kampus, dan satu saksi penjual minuman alkohol.

Saksi-saksi yang diperiksa tidak termasuk mahasiswa yang turut mengonsumsi minuman beralkohol dengan korban.

“Kami fokus pada saksi-saksi yang berada dalam keadaan sadar, dalam hal ini mahasiswa yang tidak ikut minum, mahasiswa yang berada di sekitar lokasi kejadian, serta para sekuriti yang membubarkan mahasiswa saat berlangsungnya kegiatan minum di area payungan tengah,” jelas Nicolas.

Saksi menyatakan bahwa sebelum kejadian, korban mengonsumsi minuman beralkohol dengan dua temannya di kampus HIPMI UKI, kemudian berpindah ke area payungan tengah dan minum arak Bali bersama sekitar 10 orang lainnya.

Di area payungan tengah, menurut Nicolas, Kenzha jatuh sendiri tanpa ada intervensi dari orang lain. “Di payungan tengah, dia jatuh sendiri tanpa disentuh oleh siapapun, jatuh dua kali. CCTV dan keterangan saksi di lokasi mendukung hal ini, dan akhirnya korban tidak bisa berjalan sendiri. Dia dibantu oleh dua saksi,” ujar Nicolas.

Setelah kejadian tersebut, Kenzha tidak mampu berjalan sendiri dan dibantu oleh dua saksi menuju pagar kampus. Di sana, Kenzha memegang dan menggoyang-goyangkan pagar sambil berteriak dengan nada rasis. Pagar besi akhirnya roboh dan Kenzha jatuh ke dalam got.

“Akibat guncangan pada pagar, korban jatuh bersama pagar ke dalam got kering yang terdapat batu-batu di bawahnya, menyebabkan kepala korban luka parah dan berdarah,” jelas Nicolas.

Korban kemudian diangkat oleh dua petugas keamanan karena tidak bisa berdiri lagi setelah jatuh ke dalam got. Saat dibawa, korban kembali lemas dan jatuh setelah berjalan sekitar 10 meter.

“Dalam insiden ini, korban terjatuh lima kali: dua kali di payungan tengah, sekali di got pagar, sekali di aspal, dan sekali saat berjalan,” ungkap Nicolas.

Kenzha yang tidak sadarkan diri kemudian dibawa ke IGD RS UKI menggunakan motor oleh dua sekuriti. Dokter Forensik RS Polri Arfiani Ika Kusumawati menyatakan bahwa ditemukan alkohol dalam dosis tinggi dalam tubuh Kenzha setelah pemeriksaan.

“Pemeriksaan toksikologi menunjukkan kandungan alkohol dengan kadar bervariasi dalam urine, darah, dan isi lambung, meskipun tidak terdeteksi di hati. Ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar,” kata Arfiani saat konferensi pers terkait kasus ini di Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025).

Pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi zat berbahaya dalam tubuh, seperti obat-obatan legal atau ilegal, zat kimia, atau racun lainnya, yang dilakukan pada sampel darah, urine, atau air liur.

Arfiani menambahkan bahwa alkohol tidak menjadi penyebab langsung kematian Kenzha, tetapi dosis tinggi alkohol mempercepat kematian dengan mempengaruhi penurunan kesadaran dan kesulitan bernapas.

Continue Reading

Previous: Cara Membesarkan Anak yang Saleh
Next: KPK Panggil Staf KPU RI Terkait Kasus Harun Masiku

Related News

aipda-robig-zaenudin-divonis-15-tahun-penjara
  • kriminal

Aipda Robig Zaenudin Dijatuhi Hukuman 15 Tahun Penjara

Agus Santoso Agustus 8, 2025
bea-cukai-dumai-gagalkan-pengiriman-barang-ilegal-di-perairan-panipahan
  • kriminal

Bea Cukai Dumai Berhasil Menghentikan Pengiriman Barang Ilegal di Wilayah Perairan Panipahan

Rina Kartika Juli 31, 2025
polisi-akui-kesulitan-bongkar-kasus-wna-china-menyamar-polisi-wuhan-karena-pelaku-kompak-tutup-mulut
  • kriminal

Polisi Hadapi Tantangan Ungkap Kasus WNA China Menyamar Sebagai Polisi Wuhan, Pelaku Bersikeras Bungkam

Rina Kartika Juli 31, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.