Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Lima Indikator Orang Tua dengan Emosi Belum Dewasa
  • Berita

Lima Indikator Orang Tua dengan Emosi Belum Dewasa

Intan Permatasari Juli 22, 2025
ini-5-tanda-orang-tua-yang-emosinya-belum-matang

Lima Indikator Orang Tua dengan Emosi Belum Dewasa

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menjadi orang tua bukan hanya tentang menyediakan kebutuhan fisik anak, tetapi juga menjadi contoh dalam aspek emosional. Sayangnya, tidak semua orang tua memiliki kedewasaan emosional yang cukup.

Dr Rishi Gautam menjelaskan bahwa ketidakdewasaan emosional adalah ketidakmampuan untuk memahami dan menanggapi emosi dengan cara yang sehat. Psikiater dan pakar kesehatan mental dari Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa orang tua yang emosinya tidak dewasa cenderung kesulitan mengenali emosinya sendiri, apalagi memahami perasaan orang lain.

Akibatnya, lanjutnya, respons mereka terhadap situasi yang menegangkan sering kali tidak tepat. Kondisi ini dapat membebani hubungan mereka sebagai orang tua dalam keluarga. Dampaknya bisa sangat serius dalam pengasuhan anak.

Oleh karena itu, Gautam menekankan pentingnya kedewasaan emosi untuk menciptakan hubungan keluarga yang sehat.

Berikut adalah tanda-tanda orang tua yang belum dewasa secara emosional, menurut Gautam.

Tanda-Tanda Orang Tua Belum Dewasa Secara Emosional

Selalu Mementingkan Diri Sendiri

Orang tua yang seperti ini lebih mengutamakan kebutuhan emosionalnya sendiri dibandingkan anak-anaknya.

Kaku dan Tidak Fleksibel

Mereka sulit beradaptasi dengan perubahan dan cenderung memaksakan aturan tanpa memperhatikan konteks.

Mudah Frustrasi dan Reaktif

Reaksi terhadap tekanan cenderung impulsif dan tidak konstruktif. Sering kali, mereka terlalu sensitif terhadap pandangan orang lain, yang bahkan dapat mengorbankan perasaan anaknya.

Menghindari Emosi Negatif

Emosi seperti marah, sedih, atau kecewa dianggap tabu. Mereka lebih memilih menghindari konflik ketimbang menghadapinya.

Pola Asuh Otoriter

Mereka mengontrol anak secara berlebihan tanpa memberikan ruang untuk kreativitas atau perbedaan pendapat, yang akhirnya menghambat perkembangan rasa percaya diri anak.

Continue Reading

Previous: Pandangan China Terhadap Program Nuklir Iran
Next: Eks Marinir Satria Kumbara Memohon Pemulangan dari Rusia, Respons Kemenlu RI

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.