BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pentingnya Vaksin Polio dalam Persiapan Haji
Musim haji menuntut persiapan yang menyeluruh, tidak hanya dari aspek fisik dan mental, tetapi juga kesehatan. Tahun ini, para calon jamaah haji diharuskan untuk melengkapi vaksinasi polio sebagai salah satu syarat keberangkatan. Keputusan ini didasari oleh alasan yang kuat.
Para ahli kesehatan menyoroti pentingnya vaksin polio sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit menular yang serius, khususnya di tengah potensi penyebaran global. “Mengapa tahun ini vaksin polio diwajibkan bagi jamaah haji kita? Karena kami melaporkan kasus Vaksin Derived Polio Virus (VDPV),” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, dalam sebuah pertemuan media di Jakarta, Rabu (17/7/2025).
Tjandra menjelaskan bahwa keputusan pemerintah untuk menyediakan vaksin polio bagi jamaah merupakan respons dari kebijakan Arab Saudi yang mengharuskan pelaku perjalanan dari Indonesia untuk mengikuti vaksinasi polio sejak Maret 2025. Pemerintah Indonesia juga telah melaporkan adanya kasus VDPV, sebuah virus polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan, terutama pada kelompok rentan seperti lansia. Kasus-kasus ini ditemukan di wilayah seperti Aceh dan Tasikmalaya.
“Menurut regulasi kesehatan internasional, jika ada satu negara yang terjangkit penyakit, maka warga dari negara tersebut harus divaksin saat bepergian ke negara lain,” jelasnya.
Ketua Bidang Kesehatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI), Endy M Astiwata, menambahkan bahwa keputusan ini pasti didasari oleh data perkembangan kasus yang dipantau oleh pemerintah. Sebagai asosiasi yang terlibat dalam penyelenggaraan haji dan umroh, AMPHURI aktif dalam edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi yang direkomendasikan pemerintah. AMPHURI juga mengawasi agar tidak ada kecurangan seperti pembelian kartu kuning vaksinasi palsu.
“Kami pastikan hal tersebut tidak terjadi, karena kami ingin ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga sebagai langkah proteksi,” tegas Endy.
Endy juga mengimbau masyarakat untuk tidak melihat vaksinasi polio sebagai beban, tetapi sebagai tindakan perlindungan diri dari penyakit menular selama beribadah. Vaksinolog Dirga Sakti Rambe menambahkan bahwa mereka yang termasuk dalam kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, atau penderita komorbid harus mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu. Kelompok rentan tetap dapat divaksinasi selama kondisinya stabil dan tidak dalam keadaan kambuh.
“Jadi, meskipun mereka memiliki riwayat penyakit jantung, asma, atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), selama dalam kondisi stabil, sangat penting bagi mereka untuk divaksinasi,” ungkap Dirga. Dirga juga menekankan bahwa vaksinasi bukan sekadar formalitas karena dapat melindungi kesehatan jamaah selama beribadah dari penyakit yang sering ditemukan di Arab Saudi seperti meningitis, pneumonia, atau RSV.
