Israel Siapkan Pencaplokan Penuh Masjid Ibrahimi di Hebron
BERITA TERBARU INDONESIA, TEPI BARAT – Kementerian dan lembaga resmi Palestina mengungkapkan kecaman keras terhadap laporan di media Israel mengenai rencana pihak berwenang Israel untuk sepenuhnya mengambil alih kendali Masjid Ibrahimi di Hebron. Israel berencana memindahkan kekuasaan administratif dari Wakaf Islam dan Kotamadya Hebron yang dikelola oleh Palestina kepada yang disebut ‘Dewan Administratif Pemukim’.
Kantor berita WAFA melaporkan, kecaman ini muncul dalam sebuah pertemuan gabungan pada hari Rabu di markas Gubernuran Hebron, dipimpin oleh Gubernur Khaled Dudin. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Menteri Wakaf dan Urusan Agama Mohammad Mustafa Najm, Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Hani Al-Hayek, Menteri Kebudayaan dan Kepala Komite Rehabilitasi Hebron Emad Hamdan, serta Manajer Umum Komite Mohannad Aljabari.
Para peserta menyatakan penolakan tegas terhadap langkah berbahaya ini, menggambarkannya sebagai preseden baru dalam upaya Yahudisasi Masjid Ibrahimi yang terus berlanjut. Mereka menilai ini sebagai bagian dari pelanggaran sistematis yang menargetkan masjid dan tempat-tempat suci serta bersejarah di Kota Tua Hebron.
Mereka mengungkapkan bahwa pelanggaran ini meningkat secara signifikan sejak pembantaian Masjid Ibrahimi pada tahun 1994. Kini, tindakan tersebut meliputi penyitaan bagian-bagian masjid untuk digunakan oleh pemukim, pelarangan azan, pembatasan ketat terhadap jamaah Muslim, penghalangan upaya restorasi, dan penyerangan terhadap karyawan Wakaf serta penduduk setempat.
Para pejabat menolak tegas rencana ini, menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa Keempat yang melarang kekuatan pendudukan membuat perubahan administratif atau hukum di wilayah yang diduduki. Mereka memperingatkan bahwa langkah ini adalah upaya untuk memaksakan realitas baru dan menormalkan kontrol kolonial pemukim di jantung Hebron.
Masjid Ibrahimi ditegaskan sebagai milik Islam dan merupakan situs warisan agama global. Para pejabat memperingatkan bahwa setiap gangguan atau pemindahan otoritas akan memiliki konsekuensi serius. Mereka menolak setiap perubahan status quo atau pemindahan administrasi dari otoritas Palestina yang sah.
Mereka menegaskan kedaulatan penuh Palestina atas Masjid Ibrahimi, yang secara resmi dikelola oleh Kementerian Wakaf Palestina. Mereka menyerukan kepada UNESCO dan badan internasional untuk segera turun tangan melindungi masjid yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia yang terancam.
Para pejabat menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam, serta lembaga keagamaan dan hak asasi manusia internasional, untuk menentang rencana berbahaya ini. Langkah ini bisa menjadi preseden bagi model kontrol pemukim serupa pada situs-situs keagamaan dan warisan lainnya, yang merupakan pelanggaran berat terhadap konvensi internasional.
Mereka menegaskan bahwa Masjid Ibrahimi akan tetap menjadi situs warisan Islam dan manusia, simbol identitas Palestina yang abadi. Upaya perlindungan akan terus dilakukan di semua tingkat hukum, diplomatik, dan publik untuk mempertahankan dan melindunginya.
