Iran Serukan PBB Kecam Ancaman Terhadap Ayatollah Ali Khamenei
BERITA TERBARU INDONESIA, NEW YORK — Iran mengajukan permohonan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengutuk ancaman yang baru-baru ini disampaikan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Permohonan ini diutarakan secara resmi oleh Perwakilan Tetap Iran di PBB, Amir Saeid Iravani.
Pada hari Jumat (27/6/2025), Presiden AS menulis di platform Truth Social bahwa dia “tahu persis” keberadaan Khamenei, namun tidak akan membiarkan Israel atau militer AS “mengakhiri hidupnya.” Dia mengeklaim bahwa dirinya telah menyelamatkan Khamenei dari “kematian yang sangat buruk dan memalukan.”
- Menlu Araghchi: Israel tak Punya Pilihan Minta Bantuan ‘Ayah’ Trump Agar tak Diratakan Rudal Iran
- Trump Tegaskan AS ‘tak akan Ragu’ Mengebom Iran Lagi
- Trump Yakin Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Tercapai Pekan Depan
“Ancaman sembrono dan disengaja oleh pejabat senior tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, khususnya Pasal 2(4), yang secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara,” ungkap utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam suratnya pada hari Jumat.
“Mereka juga melanggar prinsip-prinsip hukum internasional yang sudah kukuh, termasuk hak Kepala Negara untuk tidak diganggu gugat, dan merupakan hasutan yang jelas untuk melakukan terorisme negara,” tambah surat tersebut.
Surat ini ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Dewan Keamanan PBB untuk bulan Juni, Duta Besar Guyana untuk PBB Carolyn Rodriguez-Birkett, dan Presiden Majelis Umum PBB Philemon Yang. Iravani meminta PBB untuk mengutuk ancaman pembunuhan oleh Israel dan AS itu dan “mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan akuntabilitas atas tindakan-tindakan yang salah secara internasional ini.”
Misi Tetap Iran di PBB menyatakan di X bahwa mereka mendesak Guterres, Rodriguez-Birkett dan Yang untuk “menjalankan tanggung jawab hukum mereka terhadap retorika kriminal dan provokatif tersebut.”
Pada hari Kamis (26/6/2025), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendeklarasikan kemenangan Iran atas Israel setelah konflik yang berlangsung selama 12 hari. Dia juga menyatakan bahwa Teheran yakin telah memenangkan konfrontasi dengan Washington, menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
