Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Waspadai, 8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Memicu Stroke di Usia Muda
  • Berita

Waspadai, 8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Memicu Stroke di Usia Muda

Dewi Anjani Mei 28, 2025
jangan-anggap-remeh-8-kebiasaan-sehari-hari-ini-bisa-picu-stroke-di-usia-muda

Waspadai, 8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Memicu Stroke di Usia Muda

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Stroke bukan hanya penyakit yang menyerang kelompok usia lanjut. Generasi muda yang masih berada dalam rentang usia produktif (20-50 tahun) juga dapat mengalami stroke.

Menurut Agus Citra Dermawan, Sekretaris Program Studi Keperawatan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Salemba 45, ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke di usia muda, terutama jika terpengaruh oleh gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat.

Apa itu stroke?

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti atau terganggu, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi penting. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak permanen dalam waktu singkat.

Maka dari itu, memahami penyebab dan faktor risiko stroke menjadi sangat penting, terutama bagi generasi muda yang sering mengabaikan tanda-tanda peringatan ini.

Kebiasaan yang meningkatkan risiko stroke di usia muda

1. Pola makan tidak sehat

Konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Pola makan seperti ini berkontribusi langsung terhadap penumpukan plak di arteri, yang bisa memicu stroke.

2. Kebiasaan merokok dan minum alkohol

Merokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan penumpukan plak, sementara alkohol bisa meningkatkan tekanan darah dan melemahkan fungsi jantung. Kombinasi keduanya meningkatkan risiko stroke secara signifikan.

3. Kurang gerak

Gaya hidup yang minim aktivitas fisik meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes – semua faktor yang berkaitan erat dengan stroke.

4. Stres kronis

Stres yang berkepanjangan memicu peningkatan hormon kortisol, yang bisa menyebabkan peradangan dan merusak pembuluh darah, memperbesar risiko stroke.

5. Mengabaikan masalah kesehatan

Kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan gangguan jantung perlu dikelola dengan baik. Mengabaikan pengobatan atau jarang memeriksakan kesehatan dapat memperparah risiko stroke.

6. Penyalahgunaan narkoba dan zat stimulan

Menggunakan obat-obatan terlarang seperti kokain dan amfetamin bisa meningkatkan tekanan darah secara ekstrem dan merusak pembuluh darah otak.

7. Dehidrasi dan menahan buang air kecil

Kurangnya cairan dalam tubuh bisa membuat darah lebih kental dan memperbesar risiko pembentukan bekuan darah, sementara menahan pipis dapat meningkatkan tekanan darah.

8. Bekerja berlebihan (workaholic)

Bekerja tanpa istirahat cukup dapat meningkatkan stres, tekanan darah, dan risiko gangguan jantung, yang semuanya berkontribusi pada risiko stroke.

UBSI dan peran pendidikan dalam mencegah stroke di usia muda

UBSI kini memperluas fokus pendidikannya dengan membuka Program Studi Keperawatan melalui penyatuan dengan Akper Bina Insan. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pendidikan kesehatan, termasuk dalam pencegahan stroke pada usia muda.

“Dengan kurikulum yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan masyarakat, UBSI berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang siap menghadapi tantangan medis di masa depan,” kata Citra.

Mencegah stroke di usia muda membutuhkan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, termasuk mengelola stres, berolahraga teratur, dan menjaga pola makan seimbang. Dengan edukasi yang tepat, seperti yang ditawarkan UBSI melalui program keperawatannya, generasi muda bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Dengan begitu, risiko stroke bisa ditekan, dan kualitas hidup dapat meningkat secara signifikan.

Continue Reading

Previous: RDF Rorotan Dipandang Kurang Efektif dalam Pengelolaan Sampah Jakarta
Next: Tanggapan Komisi Kejaksaan Mengenai Insiden Penyerangan Jaksa

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.