Jumlah Investor Kripto Mencapai 14,78 Juta, PINTU Tingkatkan Edukasi Keuangan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Aplikasi kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) bekerjasama dengan PT Dwi Cermat Indonesia (Cermati Fintech Group) melaksanakan edukasi ‘Pintu Goes to Office’ untuk mendalami investasi kripto dan teknologi blockchain.
‘Edukasi dan literasi terus menjadi fokus utama kami untuk meningkatkan pemahaman mengenai investasi aset kripto bagi masyarakat Indonesia, salah satunya melalui program Pintu Goes to Office,’ ujar Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (14/7/2025).
- Rupiah Melesu Imbas Data Utang Luar Negeri
- Antar Anak ke Sekolah, Ayah Siswa: Rencana Mau Nunggu, tapi Anak tak Mau
- Anies Baswedan Soroti Kepemimpinan Berbasis Narasi dalam Isu Lingkungan pada Forum GSW 2025
Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan keuangan yang inklusif serta meningkatkan literasi finansial yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Cermati Invest, Darwin Soesanto, menyatakan bahwa kerjasama dengan PINTU dalam program edukasi ini sangat penting untuk memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai instrumen investasi aset kripto yang kini banyak diminati masyarakat Indonesia.
Industri kripto terus menunjukkan pertumbuhan positif. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tren perdagangan aset kripto meningkat pada Mei, dengan jumlah investor bertambah 4,38 persen menjadi 14,78 juta investor.
Dari sisi nilai transaksi, tercatat mencapai Rp 49,57 triliun pada bulan yang sama. Peningkatan ini dipercaya mencerminkan bahwa aset kripto semakin diterima oleh masyarakat Indonesia.
‘Kami berharap kolaborasi baik ini dapat terus berlanjut ke depannya,’ ujar Darwin.
Timo menambahkan, pihaknya optimistis potensi pertumbuhan aset kripto akan terus meningkat. Di tengah tren positif tersebut, tantangan edukasi dan literasi akan tetap ada.
‘Untuk itu, demi mendukung kemajuan industri kripto, kami akan terus berperan dalam hal edukasi dan literasi aset kripto melalui berbagai saluran, baik digital maupun offline. Investasi aset kripto bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga penting untuk memahami risikonya agar menjadi investor atau trader yang bijak,’ tutur Timo.
