Perjalanan Hijrah Pertama: Sambutan Hangat Raja Nasrani Terhadap Para Sahabat Nabi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pada sekitar tahun 610 M, Muhammad SAW diangkat menjadi nabi dan rasul Allah SWT. Sejak saat itu, ajaran Islam mulai menyebar di Makkah meskipun menghadapi hambatan dari kekuatan politik setempat. Sekitar lima tahun kemudian, Rasulullah SAW mengizinkan sebagian umatnya untuk berhijrah ke Habasyah—nama Arab untuk Kerajaan Aksum—sebuah wilayah di Benua Afrika.
“Sesungguhnya di Habasyah terdapat seorang raja yang tidak ada seorang pun yang dizalimi di sisinya. Pergilah ke negerinya hingga Allah memberikan jalan keluar bagi kalian (Muslimin) dan penyelesaian atas apa yang menimpa kalian,” sabda Nabi SAW.
Waktu itu, Aksum dipimpin oleh seorang raja bernama Armah atau Ashhamah, yang dikenal oleh orang Arab sebagai an-Najasyi. Sebanyak 16 sahabat Rasulullah SAW yang melakukan hijrah tersebut dipimpin oleh Utsman bin Maz’un. Setelah menempuh perjalanan yang tidak mudah, termasuk menyeberangi Laut Merah, mereka akhirnya tiba di Aksum.
Raja an-Najasyi menyambut umat Muslim dengan ramah. Mereka tidak hanya mendapatkan izin, tetapi juga perlindungan, sehingga dapat tinggal dengan aman di Aksum.
Tiga bulan kemudian, beredar kabar bahwa penduduk Makkah telah menerima Islam. Beberapa sahabat Nabi SAW yang mempercayai kabar tersebut kembali ke kampung halaman mereka. Namun, ternyata informasi itu tidak benar. Kaum kafir Quraisy masih menekan umat Islam dengan semena-mena.
