Pesan Penting Menag dalam Nikah Massal 100 Pasangan di Masjid Istiqlal
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Sebanyak 100 pasangan mengikuti acara nikah massal yang diadakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada hari ini. Pada momen yang penuh haru dan sakral ini, Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan-pesan bagi semua pasangan suami-istri.
Beliau menjelaskan bahwa akad nikah adalah sebuah momen yang sangat sakral. Dalam Alquran, akad nikah disebut sebagai mitsaqan ghalizha, yaitu perjanjian yang sangat berat dan suci. Ikatan ini, lanjut Menag, jauh melampaui bentuk-bentuk kontrak atau kesepakatan biasa dalam kehidupan sosial.
“Kalau konflik antar organisasi bisa lama tidak selesai, tapi dalam rumah tangga yang terikat mitsaqan ghaliza, pagi bisa konflik, malamnya sudah pengantin baru lagi,” ucap Nasaruddin Umar di hadapan para hadirin dalam kegiatan “Nikah Massal 100 Pasangan Jabodetabek” di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menggambarkan besarnya kekuatan rekonsiliasi dalam rumah tangga. Karena itu, agama Islam mendorong umatnya untuk menikah.
Menag mengutip salah satu referensi klasik dalam bahasa Arab, Lisanul Arab. Di sana disebutkan, istilah yatim tidak hanya berlaku bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, melainkan juga orang dewasa yang belum memiliki pasangan hidup.
“Jadi, orang yang belum menikah itu juga disebut yatim,” ujarnya, disambut tawa dari para hadirin.
Oleh karena itu, pemerintah menyambut baik program nikah massal ini. Menikahkan seseorang, tegas Menag, adalah sebuah amalan yang insya Allah bernilai pahala di sisi Tuhan.
“Maka, tugas kita semua menjadi makcomblang itu mulia. Mengawinkan orang, pahalanya seperti membangun masjid,” jelas Menag.
Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan adalah bagian dari sunnatullah, yaitu hukum dan ketetapan Allah yang berlaku dalam sistem alam semesta.
“Lihatlah burung, binatang, tumbuhan, semua diciptakan berpasang-pasangan. Bahkan, langit adalah suami dan bumi adalah istrinya. Kita diminta meniru makrokosmos yang selalu rukun,” ungkapnya.
