Kontroversi Bezos di Venesia Berlanjut, ‘Tidak untuk Bezos Tidak untuk Perang’
BERITA TERBARU INDONESIA, VENESIA — Ratusan demonstran turun ke jalan-jalan utama Venesia pada Sabtu (28/6/2025) untuk menyuarakan penolakan terhadap acara pernikahan mewah pemilik Amazon, Jeff Bezos, dan Lauren Sanchez. Kemewahan pesta pernikahan Bezos Sanchez berlangsung selama tiga hari, sementara warga setempat merasa lelah dan marah.
Pada Jumat, orang terkaya keempat di dunia itu secara resmi menikah dalam sebuah upacara pribadi di pulau terpencil San Giorgio, dihadiri sekitar 200 tamu dari kalangan selebritas. Perayaan mewah tersebut mengundang kemarahan warga Venesia. Aktivis menilai pesta itu sebagai eksploitasi kota oleh Bezos, sementara penduduk menghadapi pariwisata berlebihan, tingginya harga tempat tinggal, dan ancaman banjir akibat perubahan iklim.
Menjelang pesta penutup pada Sabtu malam, ratusan warga dan demonstran dari berbagai penjuru Italia memenuhi lorong-lorong sempit kota dengan spanduk bertuliskan ‘Ciuman, Ya. Bezos, Tidak’ dan ‘Tidak untuk Bezos, Tidak untuk Perang.’ Saat ini, Venesia dihuni sekitar 50.000 penduduk.
Aksi tersebut menciptakan kontras mencolok dengan kemewahan pernikahan sang miliarder, yang oleh para pengkritik dianggap merusak lingkungan rapuh kota laguna dan mengabaikan warganya yang kewalahan menghadapi gelombang wisatawan.
‘Kami hadir untuk menggagalkan rencana orang-orang kaya ini, yang mengumpulkan kekayaan dengan mengeksploitasi banyak orang lain, sementara kondisi kota ini tetap rapuh,’ ujar Martina Vergnano, salah satu peserta aksi.
Penyelenggara aksi menyatakan bahwa unjuk rasa mereka berhasil memaksa panitia pernikahan memindahkan lokasi pesta Sabtu malam ke lokasi berbeda, yakni bekas galangan kapal abad pertengahan, Arsenale.
Sementara itu, Bezos disebut telah menyumbang masing-masing 1 juta euro (sekitar Rp 20 miliar) kepada tiga lembaga riset lingkungan yang berfokus pada pelestarian Venesia, menurut Corila, asosiasi penelitian lingkungan Venesia. Namun, banyak demonstran mengecam sumbangan tersebut sebagai upaya menenangkan warga yang marah.
‘Kami menginginkan Venesia yang bebas, yang akhirnya kembali untuk warganya sendiri. Sumbangan itu tidak seberapa, hanya untuk menenangkan hati nurani Bezos,’ ujar Flavio Cogo, seorang aktivis asal Venesia.
Rincian upacara pernikahan yang eksklusif pada Jumat malam itu dijaga ketat, hingga Sanchez mempublikasikan foto di Instagram mengenakan gaun putih, berdiri di samping Bezos yang mengenakan tuksedo. Deretan tamu mewah mulai dari atlet, selebritas, influencer, hingga pemimpin bisnis hadir merayakan cinta dan kekayaan luar biasa pasangan tersebut.
Nama-nama besar seperti Oprah Winfrey, legenda NFL Tom Brady, aktor Hollywood Leonardo DiCaprio dan Orlando Bloom, pengusaha teknologi Bill Gates, hingga keluarga Kardashian-Jenner turut hadir. Ivanka Trump, suaminya Jared Kushner, dan ketiga anak mereka juga terlihat dalam perayaan.
Kedua mempelai menginap di Hotel Aman Venice yang terletak di Grand Canal, tempat Bezos sempat berpose dan Sanchez melemparkan kecupan kepada media.
Salah satu slogan protes bertuliskan, ‘Planet terbakar, tapi jangan khawatir ini daftar 27 gaun Lauren Sanchez’, merujuk pada laporan tentang berbagai busana mewah yang dikenakan Sanchez selama akhir pekan pernikahan. Termasuk gaun pengantin model duyung rancangan Dolce & Gabbana serta sejumlah busana bergaya Dolce Vita dari desainer Italia seperti Schiaparelli dan Bottega Veneta.
Pemerintah kota Venesia sendiri membela acara pernikahan tersebut. Pejabat setempat menyebutnya sejalan dengan tradisi kota yang terbuka dan telah menyambut paus, kaisar, hingga wisatawan biasa selama berabad-abad.
