Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • lingkungan
  • Krisis Laut Global, PBB Desak Negara-Negara Segera Bertindak
  • lingkungan

Krisis Laut Global, PBB Desak Negara-Negara Segera Bertindak

Siti Nurhaliza Juni 10, 2025
krisis-laut-global-pbb-minta-negara-negara-segera-bertindak

Krisis Laut Global, PBB Desak Negara-Negara Segera Bertindak

BERITA TERBARU INDONESIA, NICE – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak seluruh negara untuk segera meratifikasi High Seas Treaty, sebuah perjanjian internasional yang memungkinkan pembentukan kawasan lindung di perairan internasional. Dia mengingatkan bahwa aktivitas manusia seperti penangkapan ikan ilegal, polusi plastik, dan krisis iklim semakin merusak ekosistem laut yang rentan.

“Laut adalah sumber daya bersama terbesar yang kita miliki, namun kita gagal menjaganya,” ujar Guterres dalam pidato pembukaan Konferensi Kelautan PBB ketiga di Nice, Prancis, Senin (9/6/2025).

Dia menekankan pentingnya laut sebagai penyangga krisis iklim, dengan sekitar 30 persen emisi karbon dioksida global diserap oleh laut. Namun, pemanasan air laut, pengasaman, dan kenaikan permukaan air laut menyebabkan kerusakan ekosistem dan mengurangi kemampuan laut menyerap emisi.

“Gejala-gejala ini saling berkaitan, merusak rantai makanan, menghancurkan mata pencaharian, dan melemahkan ketahanan masyarakat pesisir,” tambahnya.

High Seas Treaty atau Perjanjian Laut Lepas yang diadopsi pada 2023, memungkinkan negara-negara untuk menetapkan taman laut di perairan internasional, yang mencakup dua pertiga dari seluruh lautan dunia. Saat ini, baru sekitar satu persen wilayah laut lepas yang dilindungi.

Desakan untuk ratifikasi muncul di tengah lemahnya komitmen iklim global. Beberapa negara Eropa sedang menarik diri dari kebijakan keberlanjutan, sementara Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump tetap menolak meratifikasi perjanjian tersebut.

“Jika AS tidak meratifikasi, mereka tidak terikat, tetapi itu tidak boleh menghambat negara lain untuk bertindak,” kata Direktur The High Seas Alliance, Rebecca Hubbard.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 50 negara yang meratifikasi perjanjian tersebut, dan 15 negara lainnya berkomitmen untuk segera menyusul. Perjanjian ini baru akan berlaku efektif jika setidaknya 60 negara meratifikasinya.

“Kami berharap target tersebut tercapai sebelum akhir tahun ini,” kata Menteri Luar Negeri Prancis dalam konferensi pers terpisah.

Amerika Serikat tidak mengirimkan delegasi ke konferensi tersebut. “Itu bukan kejutan. Kita sudah tahu posisi mereka,” ujar Macron, Minggu (8/6/2025) malam.

Continue Reading

Previous: Pemerintah Resmi Hentikan Izin Tambang Empat Perusahaan di Raja Ampat
Next: Nadiem Berikan Klarifikasi Mengenai Kasus Chromebook Rp 9,9 Triliun dan Awal Mula Ide Pengadaan

Related News

monyet-gemoy-buat-resah-warga-kota-cimahi
  • lingkungan

Monyet Besar Ganggu Warga Kota Cimahi

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
truk-terguling-diduga-jadi-penyebab-munculnya-busa-di-sungai-cimeta-2
  • lingkungan

Truk Terguling Diduga Menjadi Sumber Busa di Sungai Cimeta

Siti Nurhaliza Agustus 10, 2025
kapolri-sebut-modifikasi-cuaca-efektif-tekan-karhutla-di-kalbar
  • lingkungan

Kapolri Sampaikan Keberhasilan Modifikasi Cuaca dalam Mengurangi Karhutla di Kalbar

Maya Lestari Agustus 8, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.