Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Krisis Personel Militer di Israel: Keterlibatan Perempuan di Garis Depan
  • Berita

Krisis Personel Militer di Israel: Keterlibatan Perempuan di Garis Depan

Dewi Anjani Juni 13, 2025
krisis-personel-akibat-banyak-mati-di-gaza-1-dari-5-tentara-israel-adalah-perempuan

Krisis Personel Militer di Israel: Keterlibatan Perempuan di Garis Depan

BERITA TERBARU INDONESIA, TEL AVIV— Setelah dua dekade konflik di Gaza, Israel menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja dan mulai melibatkan perempuan dalam peran penting.

Sebelum serangan Israel ke Jalur Gaza yang terisolasi, tentara perempuan umumnya bertugas pada pekerjaan seperti menjaga perbatasan dan pos pemeriksaan di Tepi Barat yang diduduki Israel.

  • Tak Gentar dengan Ancaman AS-Israel, Begini Langkah-Langkah Persiapan Iran
  • Anggap Polusi Udara, Israel akan Larang Adzan di Kota-Kota Palestina, Termasuk Yerusalem
  • Seperti Apa Jin Qarin dalam Budaya Klasik Palestina? Ini Penjelasan Singkatnya

Namun, kampanye militer yang berkepanjangan telah mendorong para perempuan ke posisi garis depan di Gaza, Lebanon, dan Suriah.

Dikutip dari Middleeastmonitor, Kamis (12/6/2025), pada bulan Mei, militer Israel mengakui kekurangan lebih dari 10 ribu tentara.

Krisis ini semakin memburuk dengan banyaknya laporan bahwa lebih dari 9.000 tentara cadangan yang terlibat dalam serangan di Gaza kini menjalani perawatan untuk trauma psikologis.

Media Israel telah menyoroti korban perang di kalangan tentara, yang menambah beban kapasitas militer untuk mempertahankan operasi jangka panjang.

Saat ini, satu dari lima tentara tempur di militer Israel adalah perempuan, dengan mereka masuk ke zona tempur yang lebih berbahaya untuk menutupi kekurangan pejuang.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Israel juga menargetkan pria Yahudi ultra-Ortodoks untuk mengikuti wajib militer.

Setelah putusan Mahkamah Agung yang membatalkan pengecualian lama, militer berusaha mengintegrasikan kelompok ini, sekitar 13 persen dari populasi, ke dalam dinas aktif.

Walaupun ada perekrutan perempuan, sebagian besar peran tempur elit tetap tidak terbuka bagi mereka, menandakan bahwa peningkatan keterlibatan mereka dalam pertempuran adalah langkah sementara dan bukan perubahan sistemik.

Continue Reading

Previous: Tegaskan Hak, Pemerintah Aceh Bantah Klaim Kemendagri atas Empat Pulau
Next: Permintaan Prabowo untuk Peningkatan Peran Swasta dalam Infrastruktur

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.