Pendiri Ben & Jerry’s Ditangkap Usai Kritik Menkes AS Mengenai Situasi Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, WASHINGTON — Ben Cohen, yang dikenal sebagai salah satu pendiri merek es krim Ben & Jerry’s, ditahan pada Rabu (15/5/2025) setelah melontarkan kritik kepada Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, Robert F Kennedy Jr, terkait minimnya bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Informasi ini berasal dari video penahanannya yang beredar di media sosial oleh kelompok perdamaian yang dipimpin oleh perempuan, CODEPINK, menurut laporan dari Anadolu Agency.
- Kegagalan Diplomasi Israel, Menjauhnya Amerika Serikat, dan Diuntungkannya Hamas
- Qadha Sholat Tahajud yang Rutin Dilakukan di Waktu Siang Hari, Tetap Dapat Pahala?
- Dituduh Berbohong Soal Pasok Senjata ke Israel, Inggris Ngeyel Membantah
Cohen, yang aktif dalam kegiatan filantropi, menginterupsi sidang di Capitol Hill saat Kennedy dihadapkan dengan pertanyaan dari anggota parlemen.
“Kongres mengirim bom yang membunuh anak-anak di Gaza dan membayarnya dengan pemotongan Medicaid,” seru Cohen dalam sidang tersebut sebelum akhirnya ditangkap oleh Polisi Capitol.
Sebelumnya, Ben & Jerry’s mengajukan gugatan terhadap induk perusahaannya, Unilever, dengan tuduhan bahwa Unilever menghalangi upaya mereka untuk mendukung pengungsi Palestina dan mengancam akan membubarkan dewan direksi terkait hal ini.
Gugatan ini menjadi tanda terbaru dari perselisihan panjang antara Ben & Jerry’s dan Unilever. Konflik dimulai pada 2021 ketika Ben & Jerry’s memutuskan untuk menghentikan penjualan produk di wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel, bertentangan dengan nilai perusahaan. Unilever kemudian menjual bisnis es krim di Israel kepada pemegang lisensi lokal dengan harga yang tidak diungkapkan.
Ben & Jerry’s menggugat Unilever atas penjualan tersebut, yang memungkinkan pemasaran di Tepi Barat dan Israel terus berlanjut. Perselisihan tersebut berhasil diselesaikan pada 2022.
Dalam gugatan terbaru, Ben & Jerry’s menuduh Unilever melanggar ketentuan penyelesaian 2022 yang masih dirahasiakan.
