Turnamen Domino Menpora Cup 2025 di Luwu
BERITA TERBARU INDONESIA, LUWU — Lebih dari 3.000 peserta dari kalangan profesional dan komunitas lokal berkumpul di Lapangan Andi Djemma Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, untuk memeriahkan peringatan 66 tahun berdirinya Kabupaten Luwu dengan menggelar ‘Turnamen Terbuka Domino Menpora Cup 2025’. Kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengasah strategi yang menguji logika, kesabaran, dan kesadaran sosial para peserta.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan turnamen ini di Luwu. Ia berharap dunia olahraga Indonesia terus berkembang dan semakin kuat. Ia juga mengapresiasi Pordi atas usahanya memajukan olahraga domino dan komitmen mereka untuk menghapus segala bentuk perjudian dalam turnamen domino.
Ketua Pordi, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, menyampaikan bahwa awalnya mereka menargetkan 1.500 peserta, namun jumlah pendaftar melampaui 3.000 orang.
“Hal ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Kami juga berterima kasih atas dukungan dari HGI dalam penyelenggaraan turnamen ini,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (13/7/2025).
Sebelumnya, permainan domino yang biasa dimainkan di warung kopi, pos ronda, dan halaman rumah kini diakui secara resmi sebagai cabang olahraga pikiran yang mewakili seluruh wilayah Indonesia. Turnamen ini diadakan bersama oleh Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi), Higgs Games Island (HGI), dan Pemerintah Kabupaten Luwu. Kompetisi ini menggunakan sistem turnamen profesional (Higgs Master) yang dikembangkan oleh HGI, meliputi pendaftaran, pembuatan turnamen, pencatatan poin, serta visualisasi babak penyisihan untuk memudahkan manajemen turnamen dan menjamin keadilan dalam kompetisi.
Di lokasi turnamen, ribuan penonton memadati arena dalam suasana meriah yang semakin lengkap dengan aneka jajanan kaki lima dan produk lokal dari berbagai daerah. Ini menjadi pengalaman baru dalam penyelenggaraan turnamen domino di Indonesia, di mana antusiasme publik sangat terasa. Para peserta menunjukkan kemampuan berpikir strategi yang cepat dan tepat, memperkuat posisi domino sebagai olahraga pikiran yang memiliki potensi setara dengan catur dan bridge.
“Sekitar 3.000 tamu hadir dari 12 provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Selain memberikan dampak ekonomi dan peluang baru, kami berharap turnamen ini dapat mengembangkan sektor pariwisata serta pasar durian lokal. Acara ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi, bahkan membuat banyak keluarga yang lama terpisah bisa berkumpul kembali,” ungkap Bupati Luwu, Patahudin.
Kepala Proyek dari HGI, Finn menambahkan bahwa di masa depan pihaknya akan menyelenggarakan lebih banyak kompetisi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional, menjadikan domino Indonesia sebagai olahraga otak yang menggabungkan unsur budaya dan teknologi.
“Kami yakin, akan muncul para atlet domino profesional dari berbagai daerah yang siap berkiprah di panggung dunia. Mungkin suatu hari nanti, Indonesia akan memiliki tim resmi yang mewakili negara dalam ajang domino internasional,” katanya.
