Leonardo DiCaprio Dikecam karena Mendukung Proyek Hotel Mewah di Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Aktor Hollywood sekaligus aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio, mendapat kritik pedas setelah diberitakan ikut mendanai pembangunan hotel mewah di sekitar Tel Aviv, Israel. DiCaprio diketahui memiliki 10 persen saham dalam proyek Herzliya Marina Hotel, sebuah resor yang baru saja mendapatkan sertifikasi eco dan sudah disetujui oleh Komite Perencanaan dan Pembangunan Distrik Tel Aviv.
Menurut laporan dari media bisnis Israel, hotel yang berlokasi di Herzliya Marina ini akan menempati area seluas 51 ribu meter persegi dan terdiri dari 14 lantai dengan 365 kamar. Kompleks ini juga akan memiliki pusat konferensi, restoran mewah, serta area ritel yang dirancang oleh Rani Zeese Architects. Proyek ini dikerjakan dalam kemitraan dengan Hagag Group serta pengusaha Ahikam dan Lior Cohen.
Proyek yang diumumkan pertama kali pada Maret 2018 ini awalnya hanya direncanakan terdiri dari dua bangunan setinggi enam lantai dengan total 180 suite. Namun, rencana itu kemudian diperluas secara signifikan.
Berita ini memicu reaksi keras dari publik, terutama karena situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza. Banyak pihak melihat investasi DiCaprio sebagai bentuk kontribusi terhadap eksploitasi dan genosida yang sedang berlangsung di Palestina.
Aktivis dan penulis asal Amerika, Shaun King, mengkritik keterlibatan DiCaprio dalam proyek ini melalui akun media sosialnya. “Ketika Gaza menderita kelaparan, Leonardo DiCaprio malah membangun hotel mewah 14 lantai di Israel. Hollywood bungkam, tetapi DiCaprio justru mencari keuntungan dari apartheid di tengah genosida,” ujarnya.
Warganet lainnya juga menyampaikan hal serupa. Seorang pengguna dengan akun @Jason** menilai pilihan DiCaprio untuk berinvestasi di pembangunan hotel di Israel bertentangan dengan perannya sebagai aktivis lingkungan.
“Leonardo DiCaprio menyebut dirinya sebagai aktivis lingkungan, namun ia membangun hotel untuk Israel yang menjatuhkan bom secara masif ke Gaza dan menyebabkan kerusakan lingkungan besar,” tulisnya di media sosial.
“Saat Palestina dibunuh di Gaza dan Tepi Barat, DiCaprio justru berinvestasi di hotel mewah di Herzliya, hanya 20 kilometer dari Tel Aviv. Proyek ini disetujui pada 27 Juli 2025. Ia membangun di atas tanah Palestina yang dicuri,” tambah pengguna dengan akun @Bernadet**.
DiCaprio, yang juga menjabat sebagai Utusan Perdamaian PBB, belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini. Sebelumnya, ia juga terlibat dalam beberapa proyek di Israel, termasuk investasi di Mobli, sebuah startup media sosial, dan Aleph Farms, perusahaan daging hasil rekayasa laboratorium.
