Bupati Bandung Dinilai Cerdas Menerjemahkan Program Utama Prabowo
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, memandang bahwa Bupati Bandung Dadang Supriatna memiliki kecerdasan dan kecepatan dalam mengimplementasikan sejumlah program penting Presiden Prabowo Subianto. Beberapa di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketahanan Pangan, Koperasi Merah Putih, dan penciptaan lapangan kerja.
“Menurut pengamatan saya, KDS cukup cerdas dan cepat berperan sebagai eksekutor dan juga sebagai juru bicara pemerintah pusat melalui kebijakan-kebijakan konkret,” ungkap Toto.
Pernyataan ini disampaikan Toto dalam menanggapi program besar yang diumumkan kepada publik saat perayaan Hari Jadi Kabupaten Bandung yang ke-384 yang diwarnai dengan pertunjukan Wayang Golek di Bale Soreang Bandung (19/4/2025).
Toto menambahkan, tindakan KDS juga selaras dengan gaya kepemimpinan baru Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dikenal tegas, dekat dengan rakyat, dan solutif.
Menurut Toto, langkah yang diambil oleh bupati yang akrab disapa KDS tersebut merupakan terobosan dan langkah yang cerdas dan cepat dalam menerjemahkan beberapa program besar Prabowo. Meskipun seluruh program tersebut dilakukan dengan semangat efisiensi mengingat kondisi keuangan negara yang sedang sulit.
Tindakan KDS dalam merespons dan menjabarkan program besar Prabowo, menurut Toto, sebaiknya menjadi contoh bagi para kepala daerah lain, terutama di Jawa Barat. Hal ini penting agar Prabowo tidak terkesan bekerja sendirian. Apalagi, dalam konteks lemahnya peran juru bicara presiden dalam menerjemahkan program-program tersebut.
Sebelumnya, KDS menyatakan, tidak ada alasan untuk menunda, apalagi menolak sejumlah program besar Presiden Prabowo. Hal ini karena sudah sejalan dengan aspirasi seluruh rakyat Indonesia. “Salah satunya adalah program MBG dengan menyiapkan 361 dapur di seluruh wilayah Bandung,” ungkap KDS.
KDS menjelaskan bahwa program MBG sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh seluruh rakyat Indonesia. Tujuannya jelas, agar peserta didik yang merupakan penerus bangsa menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan mampu merespons berbagai tuntutan zaman.
Demikian pula, program ketahanan pangan yang sudah menjadi kewajiban mendesak yang tidak bisa diwakilkan dan harus menjadi program besar nasional. “Kenapa? Karena ke depan, kebutuhan pangan kita tidak bisa lagi bergantung pada impor, melainkan harus mandiri,” jelas KDS.
Di luar dua isu besar tersebut, lanjut KDS, pihaknya juga sedang mempersiapkan berbagai perangkat pendukung, mulai dari infrastruktur jalan yang harus baik dan mulus, penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak, serta penyediaan sumber daya manusia yang terlatih dan tangguh melalui berbagai kegiatan pelatihan.
“Untuk kebutuhan tersebut, Pemkab Bandung akan mencetak 50 ribuan wirausaha muda. Salah satu caranya, kami akan bekerja sama dengan sekitar 130 perusahaan yang akan merekrut 8 ribuan karyawan,” ungkapnya.
