Mayoritas Warga Israel Mendukung Gencatan Senjata di Gaza, Namun Netanyahu Memiliki Pandangan Berbeda
BERITA TERBARU INDONESIA, TEL AVIV— Media lokal Israel melaporkan peningkatan seruan dari tokoh keamanan dan politik serta keluarga tentara yang gugur atau tertawan di Jalur Gaza untuk segera melakukan perundingan langsung dengan Gerakan Perlawanan Islam Hamas.
Seruan ini bertujuan untuk mengakhiri konflik dan membawa pulang para tawanan, dengan semakin kuatnya keyakinan bahwa kurangnya inisiatif dari pihak Israel memperpanjang penderitaan.
- Semakin Jengah, Media Israel Sebut Pemerintahan Netanyahu Rezim Penindas
- Laporan Intelijen Ungkap Pelajaran Penting untuk Turki dari Perang 12 Hari Iran VS Israel
- Ayat Alquran yang Membuat Yahudi Iri, Jika Turun untuk Mereka Pasti Dijadikan Hari Raya
Menurut Haim Rubinstein, seorang konsultan media dan strategi, Israel belum mencoba menempatkan inisiatif komprehensif dalam perundingan. Rubinstein mempertanyakan mengapa Israel bersikeras menuduh Hamas menolak tanpa memberikan proposal konkret. “Biarkan Hamas yang menolak, tapi setidaknya mari kita mulai dengan inisiatif Israel,” katanya.
Lior Lotan, mantan Koordinator Tahanan dan Tawanan di Kantor Perdana Menteri, menegaskan perlunya mengubah pendekatan negosiasi secara keseluruhan. Dia menyarankan agar pembicaraan langsung antara kedua kekuatan militer dilaksanakan, di mana isu-isu terkait Gaza, tentara yang ditangkap, dan pengaturan militer untuk mengakhiri perang dapat dibahas, dengan alasan bahwa saatnya mencoba jalur ini daripada bergantung pada perantara.
Ayah dari tawanan Israel, Ophir Braslavsky, menyatakan bahwa posisi Hamas dalam kesepakatan pertukaran telah jelas dan konsisten sejak awal konflik. Hamas telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk membebaskan semua tawanan dan mengakhiri pertempuran, yang hingga kini belum mendapat tanggapan nyata dari pihak Israel, menurut ayah dari salah satu tentara yang gugur di Gaza.
Yizhar Shai, ayah dari salah satu tentara yang gugur di Gaza, membuat seruan keras kepada keluarga-keluarga Israel, mendesak mereka untuk bangkit dan segera bertindak untuk menyelamatkan para tentara di Gaza.
