Mencari Tempat Peristirahatan untuk 57 Ribu Syuhada di Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA,GAZA — Penduduk Jalur Gaza mengalami penderitaan berat sejak serangan genosida oleh Israel pada Oktober 2023. Tidak hanya menderita dalam kehidupan sehari-hari, bahkan saat wafat pun mereka tidak dapat beristirahat dengan damai akibat serangan yang terus berlangsung.
Warga Gaza kini tidak memiliki kepastian tempat peristirahatan terakhir. Banyak di antara mereka yang tidak mendapatkan tempat untuk menguburkan jenazah.
- Menag Minta Murid Madrasah Jujur Seperti Syekh Abdul Qadir Jailani
- Bantuan Pangan Beras Mulai Disalurkan, Sasar 18,27 Juta Keluarga
- Kastil Hadiya, Tempat Persinggahan Jamaah Haji di Masa Lalu
Setelah Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza bagian selatan, mengumumkan telah kehabisan lahan untuk pemakaman, warga Gaza menghadapi tekanan psikologis yang lebih besar. Sejak dimulainya serangan genosida Israel pada 7 Oktober 2023, penduduk Gaza telah mengalami salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern.
Di wilayah yang padat penduduk dan terkepung ini, di bawah blokade selama lebih dari 18 tahun, jenazah tidak lagi memiliki tempat pemakaman. Tanah pemakaman telah penuh sesak dengan ribuan korban.
“Martabat orang mati telah menjadi beban baru bagi yang hidup, yang tidak lagi dapat mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang mereka cintai dengan cara yang layak,” lapor Yasmin Abu Samala dari Quds News Network yang dikutip oleh BERITA TERBARU INDONESIA.
-
Selasa , 15 Jul 2025, 08:20 WIB700 Warga Palestina Dibunuh Israel Saat Hendak Mengambil Air
-
Selasa , 15 Jul 2025, 08:08 WIBKastil Hadiya, Tempat Persinggahan Jamaah Haji di Masa Lalu
-
Selasa , 15 Jul 2025, 07:58 WIBIndonesia-Australia-New Zealand Halal Forum Perkuat Ekosistem Halal Global
-
Selasa , 15 Jul 2025, 07:50 WIBKunjungan Wisatawan Meningkat, Taif Menjadi Andalan Pariwisata Arab Saudi
