Mengenal Rudal Hipersonik Fattah Milik Iran, Apakah Ini ‘Mimpi Buruk’ Iron Dome Israel?
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka telah menggunakan rudal hipersonik yang diberi nama ‘Fattah’ dalam serangan terbaru terhadap Israel.
IRGC mengklaim bahwa rudal tersebut berhasil menembus sistem pertahanan udara milik entitas zionis. Selama ini, Tel Aviv sering membanggakan sistem ‘Iron Dome’ mereka.
- Bea Cukai Madiun Gagalkan Pengiriman Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal di Jalur Tol Ngawi-Kertosono
- Transit di Praha, Prabowo Terima Kunjungan PM Ceko Petr Fiala di Hotel
- Harga Emas Antam Turun Rp 7.000 Jadi Segini
IRGC menyatakan bahwa penggunaan rudal hipersonik Fattah mengindikasikan ‘awal dari akhir’ sistem pertahanan Iron Dome Israel. Hingga kini, belum ada respons dari pihak militer Israel terkait klaim tersebut.
Aljazirah merangkum beberapa fakta penting mengenai Fattah berikut ini.
Nama Fattah berarti ‘Sang Pembuka’ dalam bahasa Arab, diberikan oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Ini adalah rudal hipersonik pertama yang dikembangkan oleh Iran.
Sejak peluncuran perdananya di Teheran pada Juni 2023, rudal hipersonik ini telah menjadi topik diskusi di kalangan analis media dan komentator Israel.
Menurut Kepala Divisi Dirgantara IRGC Amir Ali Hajizadeh, Fattah adalah terobosan teknologi rudal Iran, karena mampu bermanuver di dalam dan luar atmosfer serta menembus sistem pertahanan rudal mana pun.
‘Fattah tidak dapat dihancurkan oleh rudal lain karena kemampuan gerakannya yang berubah-ubah arah dan ketinggian,’ kata Ali Hajizadeh dalam acara peluncuran di Teheran, Iran, 6 Juni 2023.
Jika klaim IRGC ini benar, Fattah menjadi bagian dari upaya Iran untuk menantang dominasi sistem pertahanan udara Israel, sekaligus memperkuat posisi militernya di kawasan Timur Tengah.
