Mengharukan! Sahabat Nabi Menjadi Saksi Terwujudnya Ramalan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Suraqah bin Malik adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Dia memeluk Islam lebih belakangan dibandingkan dengan mereka yang sudah merasakan kerasnya tekanan dari kaum elit Quraisy pada masa dakwah Rasulullah SAW di Makkah.
Ada satu peristiwa dalam hidup Suraqah bin Malik yang tidak mungkin dia lupakan. Pada masa lalu, ketika dia masih belum beriman, dia pernah mencoba untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Rasulullah SAW sedang dalam perjalanan hijrah bersama Abu Bakar ash-Shiddiq.
Suraqah berhasil menemukan Nabi SAW yang sedang berdiri sendirian di padang pasir. Dalam pikirannya, dia membayangkan 100 unta betina sebagai hadiah dari pemuka Quraisy bagi siapa pun yang berhasil menangkap pembawa risalah Islam ini, hidup atau mati. Dengan semangat, pemuda dari Kampung Madlaji itu mengarahkan kudanya untuk mengejar targetnya.
Akan tetapi, seperti ada dinding tak terlihat, seketika kudanya terjatuh. Dia pun terhempas ke pasir gurun. Tiba-tiba, dia melihat sosok yang diburunya itu mendekat. Nabi SAW tersenyum kepadanya, lalu mengulurkan tangan, membantunya bangun.
Suraqah terkesima. Namun, hasratnya untuk mendapatkan hadiah 100 ekor unta tak terbendung. Dia pun kembali berusaha membunuh Nabi SAW. Lagi-lagi, kudanya rebah, seolah menabrak dinding tak terlihat. Kejadian serupa terjadi tiga kali berturut-turut hingga akhirnya pemuda ini mengurungkan niatnya.
“Aku berjanji tak akan mengganggu Tuan lagi,” kata Suraqah kepada Nabi SAW, “tetapi kumohon berjanjilah, bila kelak Tuan dan agama Tuan menang, sudilah kiranya memberikan kepadaku jaminan keselamatan.”
Nabi SAW kemudian meminta Abu Bakar untuk menuliskan jaminan tersebut di atas sekerat tulang untuk Suraqah.
“Wahai Suraqah, bagaimana pendapatmu bila kelak engkau mengenakan pakaian kebesaran raja Persia?” tanya Nabi SAW saat memberikan tulang tersebut.
Yang ditanya terperangah. Persia adalah sebuah kerajaan besar! Bagaimana mungkin dirinya, yang hanya seorang pemuda desa, bisa memakai baju raja Persia!? Suraqah hanya tersenyum, lalu pamit kepada Nabi SAW untuk kembali ke Makkah.
Bertahun-tahun kemudian, Rasulullah SAW berhasil membebaskan Makkah. Beberapa bulan berselang, beliau wafat.
Adapun Suraqah diberi usia panjang oleh Allah SWT sehingga ia turut berperan dalam misi pasukan Muslimin membebaskan Persia.
