Uni Eropa Siap Melonggarkan Kebijakan Iklim
BERITA TERBARU INDONESIA, BRUSSELS — Komisi Eropa dilaporkan berencana melonggarkan beberapa langkah dalam upaya mencapai target iklim pada tahun 2040. Sesuai informasi dari beberapa diplomat Uni Eropa, kebijakan baru yang direncanakan untuk diumumkan bulan Juli mendatang akan memberikan lebih banyak fleksibilitas, terutama bagi industri lokal.
Diplomat yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa Komisioner Iklim Uni Eropa, Wopke Hoekstra, telah mengonfirmasi rencana pengumuman target iklim Uni Eropa 2040 pada 2 Juli 2025. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup pada Rabu, 28 Mei 2025.
Uni Eropa tetap berkomitmen untuk memangkas emisi sebesar 90 persen pada tahun 2040 dibandingkan dengan tingkat tahun 1990. Namun, Komisi Eropa sedang mempersiapkan langkah yang lebih fleksibel untuk mencapai hal tersebut. Salah satu strategi adalah memberikan izin kepada industri domestik untuk menggunakan skema kredit karbon internasional dalam menutupi kekurangan, alih-alih memangkas emisi hingga 90 persen sepenuhnya.
Sejauh ini, juru bicara Komisi Eropa belum memberikan pernyataan resmi mengenai informasi ini. Namun, sebelumnya Komisi Eropa menegaskan tidak akan mengurangi ambisi iklim dari blok tersebut.
Rencana pelonggaran ini muncul di tengah tekanan politik dan ekonomi dari berbagai negara anggota serta anggota Parlemen Eropa yang khawatir bahwa target ambisius tersebut akan membebani sektor bisnis. Saat ini, industri di kawasan Eropa menghadapi kenaikan harga energi dan ancaman tarif impor dari Amerika Serikat.
Eropa dikenal sebagai kawasan yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia. Namun, Komisi Eropa telah menunda pengumuman target iklim 2040 selama beberapa bulan, dan juga telah melonggarkan beberapa regulasi pelaporan keberlanjutan untuk perusahaan.
Sikap negara-negara anggota terhadap target iklim ini pun beragam. Finlandia, Belanda, dan Denmark mendukung penuh pemangkasan emisi sebesar 90 persen. Sementara itu, Italia dan Republik Ceko menolak target tersebut. Jerman memberikan dukungan dengan syarat negara anggota diizinkan untuk membeli kredit karbon internasional.
Para diplomat juga menyebutkan bahwa Komisi Eropa sedang mempertimbangkan untuk memberi lebih banyak kelonggaran kepada negara anggota dalam menentukan sektor mana yang harus paling banyak berkontribusi dalam pengurangan emisi. Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk memastikan negara anggota tetap berada di jalur menuju target net zero emission pada 2050.
