Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Agama
  • Mengalami Kenikmatan dalam Ketaatan kepada Allah
  • Agama

Mengalami Kenikmatan dalam Ketaatan kepada Allah

Rizky Maulana Mei 21, 2025
merasakan-nikmat-taat-kepada-allah

Mengalami Kenikmatan dalam Ketaatan kepada Allah

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ibadah bertujuan untuk memperoleh ridha Allah SWT dan merasakan kenikmatan dari ibadah itu sendiri. Namun, banyak orang yang beribadah justru merasa tertekan, terkekang, dan terbebani oleh tanggung jawab ibadah.

Keadaan ini tampaknya bertolak belakang dengan esensi dari syariat ibadah yang semestinya menjadi sumber ketenangan, kenyamanan, dan pencerahan bagi jiwa mereka yang melaksanakannya.

Ironisnya, semakin banyak seseorang beribadah, seringkali batinnya semakin kering, hatinya mengeras, ucapannya kasar, perilakunya tidak sopan, dan tindakannya jauh dari kelembutan.

Seseorang yang demikian biasanya merasa ibadahnya paling benar, merasa paling dekat dengan Tuhan, dan akrab dengan para malaikat. Namun, tanpa disadari, pandangan dan perilaku seperti itu justru menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap maksud dan tujuan utama ibadah.

Suatu ketika, ada seseorang yang mendatangi Hasan al-Bashri dan berkata, “Saya tidak menemukan kenikmatan dalam beribadah.”

Hasan al-Bashri menjawab, “Mungkin kamu terlalu sering bersama orang-orang yang tidak takut kepada Allah, sehingga kamu mengabaikan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.”

Pertanyaan serupa pernah diajukan kepada Abu Yazid, dan beliau menjawab, “Itu karena kamu menyembah ketaatan, bukan Allah. Sembahlah Allah hingga kamu merasakan kenikmatan dalam ketaatan kepada-Nya.”

Dari kedua kisah tersebut, kita dapat memahami bahwa banyak orang beribadah tanpa merasakan kenikmatan, sehingga batinnya kosong, hatinya kering, lidahnya kaku, dan perilakunya kasar.

Kedua orang saleh itu mengungkapkan penyebabnya. Pertama, karena berteman dengan orang yang tidak pantas. Kedua, karena melupakan bahwa tujuan utama ibadah adalah menyembah Allah SWT, patuh dan taat kepada-Nya, bukan menyembah dan mengagungkan ibadah itu sendiri.

Mereka yang terbiasa berteman dengan orang yang salah akan merasa nyaman dengan kesalahan dan dosa mereka, tanpa sadar kesalahan itu menjadi kebiasaannya juga.

Continue Reading

Previous: Regulasi Ojol, Komisi V DPR Inisiasi UU Sistem Transportasi Nasional
Next: Langkah Awal Menjadi Inovator Unggul, UNM Ajak Mahasiswa Berpartisipasi di IRIFair 2025

Related News

berapa-banyak-emas-yang-akan-muncul-dari-sungai-eufrat-sampai-rasulullah-saw-peringatkan-umatnya
  • Agama

Jumlah Emas yang Akan Muncul dari Sungai Eufrat dan Peringatan Rasulullah SAW

Maya Lestari Agustus 12, 2025
  • Agama

Menentukan Makna Hidup: Kebahagiaan Dunia atau Akhirat? Pemikiran dari Buya Hamka

Andi Pratama Agustus 12, 2025
kisah-syahidnya-yasir-dan-sumayyah
  • Agama

Kisah Pengorbanan Yasir dan Sumayyah

Andi Pratama Agustus 11, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.