Nama Unik Masjid Shiratal Mustaqiem, Cagar Budaya Tertua di Indonesia
BERITA TERBARU INDONESIA, SAMARINDA — Nama Shiratal Mustaqiem di kalangan umat Islam menggambarkan sebuah jembatan tipis yang penuh tantangan. Jembatan ini diibaratkan sehalus rambut, menghubungkan satu sisi ke sisi lainnya. Di bawahnya terbentang neraka yang sangat panas.
Keselamatan saat melintasi jembatan ini tidak hanya bergantung pada keseimbangan, melainkan pada amal baik selama hidup di dunia. Jika amal kebaikan sedikit, maka risiko terjatuh dan terbakar di bawahnya sangat besar. Sebaliknya, dengan banyaknya amal kebaikan, perjalanan di jembatan tersebut akan terasa mudah.
Uniknya, Shiratal Mustaqiem juga adalah nama sebuah masjid yang masuk dalam daftar cagar budaya Indonesia. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menggarisbawahi pentingnya melestarikan Masjid Shiratal Mustaqiem, masjid tertua di Samarinda, sebagai cagar budaya nasional dan bagian dari kekayaan budaya serta khazanah Islam di Indonesia.
“Syukur Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan jamaah di Samarinda. Masjid Shiratal Mustaqiem adalah yang tertua di sini dan termasuk cagar budaya nasional,” ungkap Fadli Zon sebelum melaksanakan shalat berjamaah di masjid bersejarah ini, di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kebudayaan, ia merasa perlu memastikan bahwa cagar budaya seperti Masjid Shiratal Mustaqiem tetap terawat dan berfungsi sebagai situs Islam yang terjaga sejak tahun 1881.
Fadli Zon berharap pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi untuk mendukung pelestarian dan pengembangan manfaat masjid ini.
Masjid Shiratal Mustaqiem tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ikon bersejarah bagi Ibu Kota Kalimantan Timur.
Mazbar, Ketua Kelompok Sadar Wisata Amanah Masjid Shiratal Mustaqiem, menjelaskan bahwa seluruh bangunan masjid terbuat dari kayu ulin khas Kalimantan Timur, termasuk lantai, pilar, daun jendela, pintu, dan atap sirap.
Masjid Shiratal Mustaqiem juga aktif menjadi pusat kegiatan masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari berbagai aktivitas, seperti kegiatan remaja masjid, rutinitas shalat berjamaah, gotong royong, majelis taklim, pendidikan Al Quran, hingga menjadi pusat kerukunan masyarakat Samarinda Seberang.
