Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Kesehatan
  • Apakah Ungkapan ‘Semangat ya’ Efektif Mengatasi Stres Kerja? Ini Kata Psikolog
  • Kesehatan

Apakah Ungkapan ‘Semangat ya’ Efektif Mengatasi Stres Kerja? Ini Kata Psikolog

Maya Lestari Mei 31, 2025
siapa-bilang-semangat-ya-hilangkan-stres-kerja-begini-penjelasan-psikolog

Apakah Ungkapan ‘Semangat ya’ Efektif Mengatasi Stres Kerja? Ini Kata Psikolog

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Tekanan kerja yang berat seringkali menjadi sumber stres, bahkan dalam beberapa situasi dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang serius seperti depresi.

Tekanan kerja adalah kondisi berupa ‘ketegangan’ yang menyebabkan ketidakstabilan psikologis, fisik, dan emosional pada karyawan. Keadaan ini dapat mempengaruhi cara berpikir, emosi, dan kondisi individu. Stres kerja bisa muncul akibat tuntutan pekerjaan yang tidak seimbang dengan kemampuan, sumber daya, atau kebutuhan pekerja.

Faktor-faktor seperti beban kerja yang berlebihan, lingkungan kerja yang tidak mendukung, kurangnya dukungan, dan peran yang tidak jelas dapat menyebabkan stres kerja.

Gejala stres kerja termasuk kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, insomnia, gangguan pencernaan, dan perubahan perilaku seperti mudah marah atau cemas. Gejala-gejala ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi gangguan psikologis lainnya.

Stres kerja dapat menurunkan produktivitas, mempengaruhi kesehatan fisik dan mental, serta merusak hubungan interpersonal.

Mengatasi stres kerja dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup, pola makan sehat, olahraga, berbicara dengan rekan kerja, dan mencari bantuan profesional.

Pandangan Psikolog

Psikolog Ratih Zulhaqqi dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa tekanan kerja tidak langsung menyebabkan depresi, tetapi stres yang berkepanjangan dan tidak ditangani dengan baik dapat menjadi salah satu faktor risiko.

“Stres adalah sesuatu yang dialami semua orang, terutama di lingkungan kerja yang serba cepat dan kompetitif saat ini. Namun, depresi adalah kondisi psikologis yang berbeda dan lebih mendalam. Seseorang yang mengalami depresi biasanya kehilangan kemampuan untuk mengelola stresnya,” jelas Ratih saat diwawancarai dari Jakarta, Jumat.

Continue Reading

Previous: Nama Unik Masjid Shiratal Mustaqiem, Cagar Budaya Tertua di Indonesia
Next: Harga Emas Antam Menurun ke Rp 1,88 Juta per Gram, Buyback Ikut Merosot

Related News

ckg-pesantren-menag-bukti-pemerintah-siapkan-langkah-preventif-terhadap-penyakit
  • Kesehatan

Pemerintah Tunjukkan Upaya Pencegahan Penyakit di Pesantren Melalui CKG

Agus Haryanto Agustus 4, 2025
tni-au-resmikan-poliklinik-stem-cell-di-lakespra-dr-saryanto
  • Kesehatan

TNI AU Membuka Poliklinik Stem Cell di Lakespra dr Saryanto

Dedi Saputra Juli 31, 2025
mengenal-rehabilitasi-robotik-inovasi-di-rs-hermina-kemayoran-bantu-pemulihan-pasca-stroke
  • Kesehatan

Memahami Inovasi Rehabilitasi Robotik di RS Hermina Kemayoran untuk Pemulihan Pasca-Stroke

Dedi Saputra Juli 30, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.