Seruan PBB untuk Israel dan Iran
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengimbau Israel dan Iran untuk menenangkan situasi di Timur Tengah dengan mengedepankan diplomasi.
“Serangan udara Israel ke situs nuklir Iran dan serangan rudal Iran di Tel Aviv. Sudah saatnya untuk menghentikan ketegangan. Perdamaian dan diplomasi harus menjadi prioritas utama,” ujar Guterres di X.
- IEU CEPA Hampir Selesai, Ditargetkan Rampung pada September 2025
- Israel Sembunyikan Dampak Serius Serangan Iran, Ini Fakta Sebenarnya
- Tas Ransel Armuzna Jamaah Haji Dilarang di Kabin dan Bagasi Pesawat
Sebelumnya, Rosemary DiCarlo, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, telah memperingatkan tentang dampak regional dan global yang serius akibat serangan udara Israel ke Iran.
Dia menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dan lebih mengedepankan usaha diplomatik.
“Dampak dari serangan ini telah dirasakan di seluruh daerah, dengan negara-negara tetangga menutup wilayah udara mereka dan meningkatkan status siaga pasukan keamanan,” tambah DiCarlo dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB terkait serangan Iran ke Israel.
DiCarlo menegaskan kembali kecaman Sekjen PBB terhadap semua eskalasi militer di Timur Tengah.
“Negara anggota memiliki kewajiban sesuai Piagam PBB dan hukum internasional untuk tidak menggunakan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara manapun,” ujarnya.
“Kita harus, dengan segala cara, menghindari konflik yang dapat memperburuk situasi dan menimbulkan dampak global yang signifikan,” tambah DiCarlo.
Pada Jumat pagi, Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran, menewaskan beberapa komandan militer dan ilmuwan penting.
Serangan Israel berlanjut hingga Jumat malam, mempengaruhi berbagai kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Sebagai respons, Iran melancarkan Operasi True Promise III pada Jumat malam.
