Inggris Bantah Keras Tuduhan Rusia Mengenai Bantuan ke Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, LONDON — Inggris menolak dengan tegas tuduhan dari Rusia yang mengatakan bahwa Inggris membantu Israel dalam serangan militer terhadap Iran. Barbara Woodward, Duta Besar Inggris di PBB, menegaskan bahwa Inggris tidak terlibat dan tidak menyediakan fasilitas militer apa pun untuk Israel.
Inggris juga membantah klaim Rusia yang menyebutkan bahwa pangkalan militer Inggris di Siprus digunakan untuk mendukung operasi tersebut.
“Inggris tidak berpartisipasi dalam tindakan ini, dan saya ingin menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa klaim Rusia bahwa pangkalan berdaulat Inggris di pulau Siprus terlibat dengan cara apa pun adalah tidak benar,” ujar Woodward dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Jumat (13/6).
Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas tudingan Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, yang menyebut Israel mengoordinasikan serangan ke Iran bersama pasukan khusus Inggris.
Rusia juga menuduh Inggris menyediakan pangkalan di Siprus untuk menampung pesawat tempur Israel yang digunakan dalam serangan tersebut.
Israel meluncurkan operasi militer besar-besaran bertajuk Rising Lion, menargetkan fasilitas militer dan program nuklir Iran. Serangan ini dilaporkan mengenai beberapa wilayah, termasuk ibu kota Teheran, dan menewaskan beberapa pejabat militer senior seperti Kepala Staf Umum Iran Mayjen Mohammad Bagheri, serta komandan Garda Revolusi dan ilmuwan nuklir.
Pemerintah Israel menyatakan bahwa serangan ini merupakan tindakan pencegahan terhadap ancaman yang mengancam keselamatan nasional mereka.
Namun, Iran bereaksi keras. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyebut serangan Israel sebagai kejahatan dan memperingatkan bahwa Tel Aviv akan menghadapi “nasib yang pahit dan menyakitkan.”
Beberapa jam setelah pidato tersebut disampaikan kepada rakyat, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke wilayah Israel.
