Kemampuan Adaptasi Pelaku UMKM dalam Menghadapi Krisis Global
BERITA TERBARU INDONESIA, YOGYAKARTA–Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa dinamika global yang dipengaruhi geopolitik, kemajuan teknologi, dan kebijakan ekonomi internasional saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah kebijakan proteksionis dari Presiden AS Donald Trump berupa perang tarif terhadap beberapa negara termasuk Indonesia.
“Kebijakan ini melambangkan ketatnya persaingan dagang internasional, serta mengingatkan bahwa kemandirian dan inovasi adalah senjata utama bangsa,” kata Sri Sultan dalam seminar bisnis bertajuk Gebyar Spirit Wirausaha Gemilang (GSWG) 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi G-Coach Indonesia (AGCI) bekerja sama dengan Nusantara Gilang Gemilang (NGG) dan Grounded Business Coaching (GBC) di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sabtu (26/2/2025).
- Respons Al Azhar atas Pembunuhan Muslim di Masjid Prancis
- Manchester City Pastikan ke Final Piala FA, tapi Pikiran Guardiola ke Tiket Liga Champions
- Pengusaha Jangkrik Kewalahan Penuhi Permintaan, Rerata Rp 9-12 Juta Setiap Bulan
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemerintahan Provinsi DIY, Eling Pristiwanto, Gubernur menegaskan bahwa wirausaha Indonesia harus menjadi pelaku utama yang adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi. “Semangat inilah yang ingin saya tekankan bahwa entrepreneur masa kini harus peka terhadap isu global, mampu menghadapi ketidakpastian, serta memiliki kapasitas berpikir yang tangguh dan transformatif,” jelas Sri Sultan.
Ngarso Dalem menambahkan, menjadi wirausaha bukan sekadar berdagang. Prinsip urip iku urup dalam kearifan lokal Jawa mengajarkan bahwa hidup harus bermanfaat. “Wirausaha sejati adalah mereka yang hadir tidak hanya untuk mencari keuntungan tetapi juga untuk menebar manfaat, memberdayakan, dan menyuburkan semangat gotong royong,” tegas Sri Sultan.
GSWG 2025 diikuti oleh lebih dari 400 pengusaha skala kecil dan menengah dari berbagai kota di Indonesia.
Founder GBC Grand Master Coach Dr. Fahmi menyatakan pentingnya optimisme radikal dan memperkuat jaringan antar pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membangun kekuatan ekonomi. Sektor yang saat ini mengalami kelesuan dirasakan di bidang pariwisata, kuliner, dan fashion karena menurunnya daya beli.
Presiden Nusantara Gilang Gemilang, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, menyatakan bahwa Gebyar Spirit Wirausaha Gemilang 2025 menjadi ajang berkonsolidasi di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah. “Selain itu, melalui GSWG 2025 kita ingin menunjukkan kepada publik bahwa kita berkontribusi untuk meningkatkan kelas UMKM di Indonesia,” ungkap Puguh.
Ketua Pelaksana GSWG 2025, Abdul Fiqih, menjelaskan bahwa Yogyakarta dipilih sebagai lokasi kegiatan karena semangat budayanya yang kuat, atmosfer kreatifnya yang dinamis, dan komitmennya terhadap inovasi masa depan. “GSWG 2025 menjadi momentum sinergis antara seminar inspiratif yang membekali pengusaha dengan strategi jitu dan pengetahuan bermanfaat,” ungkap Fiqih.
