Pemprov Jambi Ajak Warga Kelola Sampah Secara Mandiri
BERITA TERBARU INDONESIA, JAMBI — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri demi mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Masyarakat diharapkan mulai mengolah sampah dari sumbernya. Memilah sampah organik dan non-organik secara mandiri. Hanya residu sampah yang tidak dapat diolah yang boleh dibuang ke TPA,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra, di Jambi, Senin.
Ia menyatakan bahwa mulai tahun 2030, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melarang pemerintah daerah untuk membangun TPA baru. Kebijakan ini bertujuan untuk mendidik masyarakat agar lebih aktif dalam mengelola sampah secara mandiri.
“Pemerintah daerah harus memberdayakan TPA yang sudah ada, karena pada 2030 KLH melarang pembangunan TPA baru,” katanya.
Akhir-akhir ini, KLH gencar membangun tempat pengolahan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di lingkungan masyarakat.
Masyarakat dilibatkan dalam pemberdayaan sampah, seperti budi daya magot, eco-enzim, dan pembuatan pupuk kompos agar memiliki nilai ekonomi.
Dengan konsep TPS3R dan TPST, beban TPA di daerah masing-masing dapat dikurangi.
Oleh karena itu, DLH Jambi telah memberdayakan komunitas di sekolah dan masyarakat mengenai pemanfaatan dan pengelolaan sampah selama beberapa tahun terakhir. Program ini berjalan di semua kabupaten kota di Provinsi Jambi.
Berdasarkan analisis usia TPA, yang hanya bertahan 20-25 tahun, penekanan pemberdayaan pengolahan sampah di tingkat masyarakat terus didorong untuk mengurangi kelebihan kapasitas sampah di TPA.
Terkait upaya mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah yang tidak dapat diolah, diperlukan kerjasama semua pihak. Pemerintah terus berusaha ke arah tersebut untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah.
“Kami terus mendorong komunitas dan masyarakat yang peduli lingkungan untuk bersama-sama mengkampanyekan cara mengolah sampah yang benar agar tumpukan sampah di TPA dapat berkurang,” ucapnya.
