Alasan Netanyahu Menyerang Iran, Media AS: Tidak Menyebut Serangan ke Lokasi Bahan Bakar Nuklir Terbesar
BERITA TERBARU INDONESIA, TEL AVIV — Media di Israel menyiarkan pernyataan dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai alasan menyerang Iran. Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Israel bahwa suatu saat Iran mungkin menyerang Israel.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelaskan pada Jumat (13/6/2025) bahwa ia telah memberi perintah untuk menyerang Iran karena program nuklir dan rudal Iran berkembang menjadi ancaman langsung bagi negara Yahudi tersebut. Ancaman ini begitu mendesak hingga Netanyahu siap melakukan serangan bahkan tanpa dukungan dari Amerika Serikat.
- Iran Berhasil Jatuhkan 2 Pesawat Siluman F-35, Israel Langsung Rugi Rp2 T, ini Kehebatannya
- Media Teheran: Iran Membalas Israel, Serangan akan Berlanjut
- Iran Hujani Israel dengan Bom, IDF Membalas, Warga Tel Aviv Mendadak Panic Buying
“Jika kita tidak menyerang, maka 100% kita akan mati,” klaim Netanyahu dalam sebuah pernyataan video beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan ke Iran dengan menggunakan pesawat tempur dan drone yang telah disusupkan sebelumnya untuk menargetkan fasilitas penting dan membunuh jenderal serta ilmuwan terkemuka.
Netanyahu menambahkan bahwa ia telah memberikan arahan untuk menghentikan program nuklir Iran pada November 2024 setelah menyadari bahwa Teheran akan bergerak cepat membangun senjata nuklir setelah sekutu-sekutu proksinya seperti Hizbullah dihabisi oleh Israel.
“Perintah itu dikeluarkan tidak lama setelah pembunuhan Hassan Nasrallah,” kata Netanyahu, seraya menambahkan bahwa jelas bagi dirinya bahwa Iran akan segera membuat bom begitu Hizbullah tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.
Israel, katanya, telah mengidentifikasi langkah-langkah nyata yang diambil Iran menuju persenjataan, melampaui sekadar pengayaan uranium. Netanyahu menetapkan tanggal serangan terhadap Iran pada akhir April 2025. Namun, ia mengutip “berbagai alasan” mengapa hal itu tidak dapat dilakukan saat itu, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Salah satu alasan yang mendesak adalah pengumuman Presiden AS Donald Trump pada bulan April yang menyatakan akan terlibat dalam negosiasi langsung dengan Iran mengenai program nuklirnya. Trump memberikan Iran waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan. Hari Jumat tersebut adalah hari ke-61.
Berita Lainnya
Begini Saat Rudal Iran Berhasil Tembus Empat Lapis Pertahanan Udara Israel
Iran Hujani Rudal Tel Aviv dan Yerusalem Sebagai Balasan Instalasi Nuklirnya Diserang
Penjelasan Netanyahu Serang Iran, Media AS: Tidak Menyebut Serangan ke Lokasi Bahan Bakar Nuklir Terbesar
Perang Iran Israel Dimulai, Militer Siapa Lebih Kuat?
Gelombang Kedua Serangan Iran Hantam Tel Aviv
