Perjalanan dan Pertemuan dalam Hijrah
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Dalam sejarah Islam, hijrah adalah salah satu peristiwa penting. Perpindahan dari Makkah ke Madinah—dulu dikenal sebagai Yastrib—dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan umat Muslim lainnya. Di antara para muhajirin tersebut ada Abu Salamah dan Ummu Salamah.
Pasangan suami istri ini teguh dalam keimanan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketika wahyu tentang hijrah turun, mereka pun bergabung dalam kelompok yang bergerak menuju Madinah.
Di tengah perjalanan, keluarga besar Ummu Salamah menghadang Abu Salamah. Mereka berharap Ummu Salamah dan anaknya tidak ikut serta dengan Abu Salamah ke Madinah.
Abu Salamah akhirnya mematuhi permintaan keluarga besar istrinya, meninggalkan istri dan anaknya tercinta. Meski cintanya begitu besar kepada keluarga, perintah Allah SWT dan Rasul-Nya tetap lebih utama. Sahabat Nabi SAW ini kemudian melanjutkan hijrahnya ke Madinah, meski tanpa orang-orang yang ia cintai.
Keluarga besar Abu Salamah pun tidak terima dengan tindakan keluarga Ummu Salamah. Mereka mendatangi keluarga Ummu Salamah dengan niat mengambil anak Abu Salamah.
“Kami tidak akan membiarkan anak saudara kami (anak Abu Salamah) tinggal bersama Ummu Salamah. Kalian sudah memisahkannya dari ayahnya,” ujar perwakilan keluarga Abu Salamah.
Akhirnya, anak itu ikut dengan ayahnya. Tinggallah Ummu Salamah sendiri di Makkah. Dilanda kerinduan, ia hampir setiap hari pergi ke tempat di mana ia berpisah dengan suaminya.
Di sana, ia kadang menangis sepanjang hari, dari pagi hingga sore. Pikirannya selalu terngiang pada dua orang yang disayanginya itu, yang terpisah darinya dengan paksa.
Selama sekitar satu tahun Ummu Salamah terpisah dari suami dan anaknya. Meski dirundung kerinduan, ia berusaha ikhlas. Karena hijrah adalah bukti keimanan kepada Allah SWT.
Suatu hari, Ummu Salamah memberanikan diri menyusul suaminya ke Madinah. Ia lebih dulu mendatangi keluarga besar Abu Salamah. Mereka akhirnya tidak bisa menolak dan menyerahkan kembali anak Ummu Salamah kepadanya.
Dengan demikian, ibu dan anak ini berangkat dari Makkah menuju Madinah. Namun, mereka tidak tahu arah setelah keluar dari batas kota.
Allah menakdirkan mereka bertemu dengan rombongan Utsman bin Thalhah di kawasan at-Tan’im. “Kalian hendak pergi ke mana, wahai putri Abu Umayyah (nama panggilan Ummu Salamah)?” tanya Utsman.
