Polri: Jokowi Dinyatakan Terdaftar Sebagai Mahasiswa UGM Tahun 1980
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Bareskrim Polri memastikan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, terdaftar secara resmi sebagai mahasiswa di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1980. Hal ini dikonfirmasi setelah penelusuran dilakukan dan verifikasi atas dokumen-dokumen akademik milik Presiden Jokowi yang menjadi bagian dari proses klarifikasi laporan dugaan pemalsuan ijazah.
Salah satu bukti kunci adalah pengumuman hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Pendidikan Insinyur (PPI) UGM yang dimuat di dua surat kabar lokal Yogyakarta, Kedaulatan Rakyat dan Bernas, pada tanggal 18 Juli 1980. Di dalam daftar nama yang lulus seleksi, terdapat nama ‘Joko Widodo’.
- Begini Kronologi Aksi di Balai Kota, Amnesty Minta Polisi Bebaskan 93 Mahasiswa Trisakti
- Bareskrim Beberkan Hasil Uji Labfor Ijazah dan Skripsi Jokowi, Ini Hasilnya
- Federasi Guru Desak Mendikdasmen Turun Tangan Hentikan Program Dedi Mulyadi
“Penyelidik menemukan fakta bahwa insinyur Joko Widodo benar-benar mendaftar dan masuk Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1980, dibuktikan dengan pengumuman di Koran Kedaulatan Rakyat tentang 3.169 peserta yang lulus ujian masuk PPI atau proyek perintis 1 UGM, yang terbit pada Jumat Kliwon 18 Juli 1980, 5 Puasa 1912, di halaman 4 kolom 6 pada bagian UGM Fakultas Kehutanan,” ujar Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dalam konferensi pers, Kamis (22/5/2025).
Selain bukti dari media cetak, tim penyelidik juga mengamankan sejumlah dokumen administrasi seperti formulir pendaftaran ulang, surat janji mahasiswa, dan berbagai dokumen akademik lainnya. Semua dokumen tersebut telah diuji keasliannya melalui Laboratorium Forensik dan dinyatakan identik dengan dokumen milik mahasiswa lain pada tahun yang sama.
“Kemudian adanya surat pernyataan atau janji mahasiswa atas nama Joko Widodo tanggal 28 Juli 1980 yang telah diuji secara laboratoris oleh puslabfor dan dinyatakan blanko adalah identik atau produk yang sama dengan pembanding,” jelasnya.
“Adanya hasil studi KHS atas nama Joko Widodo dengan nomor induk mahasiswa 1681/KT mahasiswa Fakultas Kehutanan yang telah diuji secara laboratoris oleh puslabfor dan dinyatakan blanko dan stempel adalah identik atau sama dengan pembanding serta tanda tangan milik Dr Ir Setiono, Dr Sunardi, dan Ir Burhanuddin, adalah identik atau merupakan tanda tangan yang sama dengan tanda tangan pembanding,” tambahnya.
