Provisio dan PPNI Dorong Kesadaran Kesehatan Reproduksi Sejak Dini
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kesehatan reproduksi adalah elemen penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Kesadaran untuk merawat organ reproduksi perlu ditanamkan sejak dini guna menghindari potensi gangguan kesuburan di masa depan. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan sejak dini, terutama bagi anak laki-laki, adalah sunat. Meskipun terlihat sederhana, sunat memiliki manfaat medis yang signifikan dan tidak boleh dianggap remeh.
“Sunat merupakan langkah penting bagi anak laki-laki untuk menjaga kesehatan reproduksi,” kata Deden Sukmana, AMK, Ketua Pelaksana Acara sekaligus Ketua Seksi Organisasi, Kaderisasi, dan Hukum dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Ia menjelaskan bahwa pelepasan kulup atau kulit yang menutupi ujung penis berfungsi sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko infeksi akibat kebersihan alat reproduksi yang kurang optimal.
Menurut Deden, anak yang telah disunat lebih mudah menjaga kebersihan area genital. Selain itu, sunat dapat menurunkan risiko infeksi menular seksual seperti herpes dan sifilis, dan mengurangi kemungkinan terjadinya fimosis—ketidaknyamanan pada kepala atau kulup penis. Infeksi saluran kemih juga dapat dikurangi dengan sunat. Dalam jangka panjang, sunat berperan dalam mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan, jika sang suami terhindar dari kanker penis yang sering terjadi pada pria yang tidak disunat.
Namun demikian, tantangan masih ada di masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera. Keterbatasan finansial dan ketakutan anak terhadap rasa sakit sering menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan sunat. Untuk mengatasi hal ini, PPNI secara aktif mengadakan program sunatan massal gratis bagi yang membutuhkan.
Salah satu implementasi program ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Juni 2025, di Kembangan, Jakarta Barat. Acara ini merupakan kolaborasi antara PPNI Kembangan, Provisio Consulting, dan PT Pro Visioner Konsultindo. Sebanyak 50 anak berusia 5 hingga 12 tahun dari keluarga kurang mampu telah disunat dalam kegiatan tersebut.
“Pelayanannya nyaman dan gratis. Anak-anak juga tidak takut karena sunat dilakukan bersama teman-teman sebaya,” ujar Muhaimin, seorang pengemudi ojek daring yang membawa putra ketiganya, Raffan Ainur Mudawar, untuk mengikuti kegiatan ini. Ia merasa sangat terbantu dengan program ini, terutama karena kondisi ekonomi yang belum stabil.
Keterlibatan aktif Provisio Consulting dan PT Pro Visioner Konsultindo dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. Sebagai perusahaan konsultan yang tidak hanya berfokus pada profitabilitas, Provisioner konsisten menanamkan nilai kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar. Dukungan dalam bentuk program kesehatan masyarakat, khususnya untuk kelompok rentan dan prasejahtera, menjadi salah satu pilar utama CSR perusahaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin turut serta membangun lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujar Direktur Provisio Consulting, Hariyanto, mewakili kedua entitas. Ia menambahkan bahwa keterlibatan Provisio Consulting dan PT Pro Visioner Konsultindo bukan sekadar bentuk bantuan filantropis, tetapi merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam mendorong pemerataan akses terhadap layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
