Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Generasi Z dan Tantangan Seksual: Quo Vadis Para Orang Tua?
  • Berita

Generasi Z dan Tantangan Seksual: Quo Vadis Para Orang Tua?

Rina Kartika Juli 2, 2025
remaja-gen-z-dan-perilaku-seksual-quo-vadis-parentes

Generasi Z dan Tantangan Seksual: Quo Vadis Para Orang Tua?

Oleh: dr Rafdi Ahmed, Sp.DVE – Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung

BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG — Generasi Z adalah kelompok yang lahir setelah 1997, berkembang di era digital dengan akses tanpa batas ke internet dan media sosial. Situasi ini membuat mereka menjadi cepat belajar, tetapi juga lebih rentan terhadap berbagai pengaruh, termasuk di bidang seksualitas.

Sebagai dokter spesialis dermatologi venereologi estetika yang menangani kasus infeksi menular seksual (IMS), saya mengamati peningkatan kejadian IMS di kalangan remaja.

Banyak dari mereka terlibat dalam hubungan seksual tanpa pemahaman yang memadai, baik secara fisik maupun emosional. Mereka pun seringkali tidak sadar akan risiko tertular IMS.

Remaja yang berkonsultasi biasanya datang secara diam-diam, tanpa didampingi orang tua, dan dalam kondisi mental yang mengkhawatirkan.

Informasi yang mereka dapatkan sering kali berasal dari internet atau teman sebaya, bukan dari orang tua, dan mereka menganggap seks bebas sebagai bagian dari gaya hidup modern. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kurangnya peran orang tua dalam membimbing anak di tengah derasnya arus informasi digital.

Masa remaja adalah fase kompleks yang ditandai dengan lonjakan hormon, perkembangan seksual, dan pencarian jati diri. Pada tahap ini, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kecenderungan perilaku seksual berisiko pada remaja.

Ini termasuk meningkatnya libido, kurangnya pengetahuan, pengaruh teman sebaya, kekerasan seksual, tekanan ekonomi, serta absennya peran orang tua dalam memberikan nilai dan batas moral.

Tanpa bimbingan dari keluarga, khususnya orang tua, remaja dapat tersesat, terutama karena terpapar konten seksual eksplisit. Sayangnya, banyak orang tua masih menganggap diskusi tentang seksualitas sebagai hal yang tabu.

Padahal, komunikasi yang terbuka dan penuh kepercayaan antara orang tua dan anak jauh lebih efektif dalam mencegah perilaku berisiko daripada sekadar larangan. Dalam Islam, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik anak, termasuk dalam menjaga kehormatan dan adab pergaulan.

Mengedukasi anak tentang seksualitas bukan berarti membebaskan mereka untuk bertindak semaunya atau menyetujui hubungan seksual pranikah, melainkan memberikan pemahaman tentang tanggung jawab, nilai agama, serta pentingnya menjaga kehormatan diri.

Anak perlu menyadari bahwa tubuh mereka adalah amanah dan dalam Agama Islam, adab dalam pergaulan harus dikedepankan. Orang tua harus menjadi sumber utama nilai dan informasi, sehingga dunia luar tidak akan mengambil alih peran tersebut dengan risiko menyampaikan pesan yang tidak sesuai.

Keberanian dan kebijaksanaan orang tua untuk membuka ruang dialog yang sesuai usia, dengan empati, nilai agama, dan komunikasi dua arah sangat diperlukan untuk mencegah remaja terjerumus dalam perilaku seksual berisiko.

Peran aktif orang tua tidak hanya melindungi anak dari risiko IMS atau kehamilan tidak diinginkan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mereka.

Orang tua sebagai role model terdekat remaja, akan membantu mereka dalam bersikap secara praktikal. Dengan demikian, diharapkan orang tua generasi Z dapat membimbing anak-anaknya dengan menggabungkan ilmu, cinta, dan keteladanan agar tumbuh menjadi pribadi yang bermoral, sehat, dan bertanggung jawab, sehingga tercapai harapan generasi penerus yang berahlakul karimah.

Continue Reading

Previous: AHY dan Erick Thohir Bahas Proyek Kereta Cepat dalam Rapat Koordinasi
Next: Ratusan Sopir Truk Protes RUU ODOL dengan Blokade Jalan Medan Merdeka Selatan

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.